Oleh: Irwan Malin Basa (Dosen UIN Batusangkar & Tim Ahli Cagar Budaya)
Tak perlu diperdebatkan lagi bahwa Pariangan adalah nagari tuo Minangkabau. Dari sinilah peradaban Minangkabau mulai dibuat. Banyak sekali mamangan, pantun, atau sekedar tuturan yang mengatakan begitu. Pariangan adalah negeri asal. Tapi, dimanakah tepatnya titik nol Minangkabau yang di Pariangan itu?
Perlu diketahui bahwa nagari Pariangan terdiri dari empat jorong yaitu: Pariangan, Padang Panjang, Guguak dan Sikakadi. Dari dahulu sampai sekarang keempat jorong ini tetap berada dalam nagari Pariangan meskipun dulu pernah berubah menjadi desa di zaman orde Baru. Setelah babaliak ke nagari pada tahun 2001, keempat jorong ini pun dikembalikan kedalam satu nagari yaitu Pariangan. Empat sekawan yang tak mungkin dipisahkan.
Kalau Pariangan yang pertama disebut dalam sejarah, tentu tidak mungkin Padang Panjang yang ada lebih dahulu. Apalagi Guguak dan Sikaladi. Dari fakta tersebut bisa disimpulkan bahwa peradaban Minangkabau dimulai di Pariangan. Sekali lagi, dimana tepatnya?
Mari kita simak tuturan Minang terkait proses munculnya sebuah kelompok peradaban. Dari Taratak menjadi dusun, dari dusun menjadi koto, dari koto manjadi kampuang. Barulah ada nagari.
Kata Taratak itu pernah menjadi memori kolektif bagi masyarakat Pariangan pada masa dahulu. Dimanakah lokasinya? Tepatnya di daerah koto pisang yang sekarang. Taratak adalah sekumpulan dangau dangau dalam jumlah kecil. Sedangkan dusun merupakan kumpulan dari Taratak yang sudah cukup banyak jumlah pemukimnya.
Apakah lokasi atau daerah koto pisang yang disebut sebut itu masih ada sampai sekarang? Jawabannya masih ada! Ya, tetap di dalam jorong Pariangan yang sekarang.
Begitu juga penamaan suku yang ada di Pariangan. Dahulu ada 8 suku asli yang ada di Pariangan meskipun sekarang tinggal 7 suku. Apa saja suku tersebut? Koto, Pisang, Piliang, Malayu, Dalimo Panjang, Dalimo Singkek, Pidang Laweh, Sikumbang. Kini suku Sikumbang tidak ada lagi di Pariangan. Mengapa tidak ada? Kita bahas dalam topik yang lain.
Karena suku yang pertama disebut adalah Koto, tentu dapat diasumsikan bahwa suku Koto adalah Suku yang pertama dibuat. Dimanakah suku Koto itu berpusat di Pariangan? Ya, di daerah yang disebut Koto sekarang.
Di daerah koto ini masih bisa ditemui rumah gadang sambilan ruang, rumah gadang tujuah ruang dan rumah gadang limo ruang. Di halaman rumah gadang ini masih banyak dijumpai lesung batu yang digunakan sebagai tempat menumbuk padi ataupun beras.
Kampung Koto ini memiliki kekerabatan yang erat. Mereka memiliki penghulu atau datuk sebagai pimpinan atau gadang di suku. Di Pariangan tidak dikenal istilah penghulu pucuak, tapi disebut ‘gadang’. Di suku Koto penghulu gadangnya adalah Dt Basa. Memiliki ampek paruik atau bawahan.
Apakah di Koto ini awal mula atau titik nol Minangkabau? Simak fakta fakta lainnya…..(bersambung)
