Padang Ganting , Jurnal Minang. BAZNAS Tanah Datar memperoleh kepercayaan mendistribusikan zakat perantau pada Selasa (04/08/2026) di Aula Kantor KUA Padang Ganting menjadi saksi sebuah amanah yang melintasi ribuan kilometer. Zakat Muqayyad dari perantau asal Padang Ganting di Qatar, Diko Oesman, disalurkan kepada 133 penerima manfaat di kampung halamannya.
Dana sebesar Rp. 115.750.000 itu dialokasikan untuk sektor pendidikan: mahasiswa perguruan tinggi, guru tahfidz, dan guru madrasah swasta. Sebuah pilihan yang menegaskan bahwa bagi sang perantau, membangun kampung halaman dimulai dari membangun ilmu.
Menurut Ketua BAZNAS Tanah Datar Dr.Yasmansyah, M.Pd mengatakan tahun ini menandai tahun ketiga secara berturut-turut Diko Oesman mempercayakan pengelolaan zakatnya kepada BAZNAS Kabupaten Tanah Datar. Kepercayaan yang tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari konsistensi dan transparansi.
Melalui sambungan telepon dari Qatar, Diko Oesman menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Tanah Datar. Ia menegaskan keyakinannya bahwa zakat telah tersalurkan sesuai syariat Islam dan undang-undang yang berlaku. Suaranya, meski terhalang jarak, membawa kehangatan seorang anak nagari yang tak pernah melupakan tanah kelahiran.
Ketua BAZNAS Tanah Datar, Dr. Yasmansyah, M.Pd membalas dengan rasa syukur yang sama. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan. “Semoga ikatan ini selalu terjalin dengan lebih baik di masa yang akan datang,” ujarnya penuh harap.
Yasmansyah juga mengapresiasi seluruh pihak yang turut menyukseskan penyaluran ini—Camat Padang Ganting, para Walinagari, KUA serta UPZ Padang Ganting. Berkat kerja sama mereka, proses pengusulan calon penerima manfaat berjalan tepat sasaran dan administrasi terselesaikan tanpa hambatan.
Di aula sederhana itu, 133 nama bukan sekadar angka. Mereka adalah harapan seorang perantau yang percaya: zakat yang dititipkan dengan ikhlas, akan sampai ke tangan yang berhak, dan menjadi cahaya bagi pendidikan di nagari yang ia rindukan. Semoga kegiatan ini dapat dijadikan contoh dan ditiru Nagari lainnya di Tanah Datar. (Kasdi Ray/Red.Jm)
