Limakaum, Jurnal Minang. Musyawarah Nagari Limo Kaum kali ini terasa istimewa dan sangat berbobot dengan hadirnya 3 (tiga) orang legislator putra daerah terbaik nagari Limo Kaum, yaitu Zuldafri Darma, anggota DPRD Provinsi Sumbar dari Fraksi Golkar dan Agus Tofik, anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar dari Fraksi PPP serta Herri Wildani dari Fraksi Ummat Golkar hadir secara khusus dan menyempatkan diri untuk menghadiri Musyawarah Nagari (Musnag) Limo Kaum tentang Perencanaan Nagari Tahun 2026 yang diadakan di Aula Kantor Wali Nagari Limo Kaum pada Rabu, 09 Juli 2025.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa ketiga wakil rakyat tersebut ditengah jadwal kunjungan ke Painan dan jadwal bersamaan adanya Rapat Paripurna di DPRD Tanah Datar lebih memilih untuk menghadiri Musnag ini dengan pertimbangan skala prioritas untuk bisa bertemu dan berdiskusi dengan konstituennya secara langsung dan sekaligus untuk menunjukkan komitmen nyata para wakil rakyat putra daerah Limo Kaum guna memberikan dukungan penuh kepada masyarakat dan pemerintahan Nagari Limo Kaum.
Agus Tofik dalam sambutannya menyampaikan rasa agak tersinggung dan menyesalkan kenapa OPD tidak hadir lengkap ditengah tengah masyarakat dalam kegiatan Musnag ini. Selanjutnya Agus Topik mengingatkan peserta yang hadir untuk memprioritaskan kebutuhan nagari, bukan berdasarkan keinginan.
Kemudian Agus Topik menyampaikan informasi perihal dana Pokir terkait efisiensi berdasarkan Impres 01 Tahun 2025 dimana anggaran APBD dipangkas sebanyak 50% dan dari peretemuan di Indo Jalito bahwa dana Pokir di nol kan untuk tahun 2025. Namun begitu, dari para anggota DPRD yang hadir di Indo Jalito pada saat itu menyampaikan bahwa Agus Tofik dan Herri Wildani adalah termasuk legislator yang menyampaikan agar dana pokir tidak dipotong. Namun menjelang masuk KUA PPAS Perubahan, anggota DPRD akan melaksanakan pembahasan dan akan meninjau kembali terkait pokok pokok pikiran anggota DPRD untuk tahun 2025 dan tahun 2026.
Selanjutnya legislator Herri Wildani dalam sambutannya menyampaikan pentingnya ada perwakilan anak nagari di legislatif sebagai perpanjangan tangan untuk memfasilitasi kepentingan anak nagari dan nagari di pemerintahan.
Sementara itu legislator Zuldafri Darma dalam sambutannya menyampaikan dan mengajak para stakeholder nagari untuk dibawa kemana nagari ini, untuk itu perlu adanya sinergisitas / kekompakan / soliditas para anak nagari. Untuk itu Zuldafri Darma mengajak para peserta Musnag untuk solid / kompak dan memiliki kekuatan politik.
Jalannya acara Musnag sempat dihentikan beberapa saat guna memberi kesempatan perwakilan demo untuk turut hadir dalam Musnag tersebut yang sebelumnya melakukan unjuk rasa damai menyampaikan pendapatnya terkait isu moral yang sedang hangat dikalangan masyarakat Limo Kaum.
Kemudian di dalam sesi diskusi turut dibahas perihal keseriusan nyata pemerintah daerah kepada pembangunan di nagari Limo Kaum, kendala perbaikan infrastruktur 2 (dua) jembatan utama yang tidak kunjung diperbaiki pasca bencana galodo yang sudah setahun lebih berlalu, padahal Nagari Limo Kaum adalah etalase kabupaten Tanah Datar menuju objek vital daerah. Untuk itu diminta keseriusan pemerintah daerah berdasarkan tenggat waktu yang jelas dan terukur kapan infrastruktur jembatan jembatan tersebut diperbaiki.
Turut dibahas perihal indikasi korupsi di RSUD Ali Hanafiah dan indikasi penyelewengan pengelolaan keuangan di Perumda Tuah Sepakat.
Menurut legislator Herri Wildani yang berada di Komisi 2 yang kebetulan membidangi hal tersebut menyampaikan bahwa anggota komisi sudah memanggil Direktur Perumda Tuah Sepakat dan Dewan Pengawas guna meminta penjelasan atas kerugian yang terjadi di tubuh Perumda Tuah Sepakat, dan kasus ini sudah ditanggani oleh aparat penegak hukum.
Musnag Limo Kaum kali ini minim dari kehadiran kepala OPD. Nampak turut hadir jajaran Forkopimca Kecamatan Lima Kaum, Ketua KAN, para Wali Jorong, utusan perwakilan kelompok, dll. (M.Intania/Red.Jm)
