Mengenal Beberapa Penokohan Dalam Mantra Minangkabau

Oleh: Irwan Malin Basa (Dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Sumbar)

Tulisan ini disarikan dari hasil penelitian tentang penokohan yang ada dalam mantra Minangkabau. Sumber mantra diperoleh dari berbagai sumber yaitu manuskrip, tuturan mantra dari pelaku / pengamal mantra, tetua adat, dll.

Dalam tulisan ini penulis hanya menyajikan beberapa nama tokoh yang dijadikan sebagai figur penokohan dalam mantra tersebut tanpa diketahui siapa sebenarnya tokoh yang dimaksud.

Namun dari teori antropolinguistik dapat dikelompokkan beberapa penokohan yang biasanya digunakan dalam mantra, yaitu: dewa-dewa, setan-setan, raja raja, binatang keramat, penguasa yang ditakuti, Nabi nabi, malaikat, dll.

Penokohan tersebut diyakini dapat menyampaikan maksud atau hajat pengamal mantra sehingga niatnya tercapai. Namun tidak semua mantra memiliki penokohan karena penokohan disesuaikan dengan ragam mantra yang digunakan.

Berikut beberapa hasil identifikasi penokohan dari mantra Minangkabau:
1). Simualam Tongga: tidak diketahui objeknya. 2). Ali Sijangkari: tidak diketahui objeknya. 3). Simalelo
Simanjano. 4) Sipatun Muaiyinun: tidak diketahui objeknya.

Maksud tidak diketahui objeknya secara pasti dari nama penokohan tersebut diatas adalah apakah penokohan tersebut berupa orang, setan, jin, dewa, dll. Belum ada literatur yang membahas tentang hal tersebut.

Penokohan kedua adalah kelompok malaikat. Ada beberapa mantra yang menggunakan nama malaikat seperti: Jibril, Mikail, Izrail, Israfil, dll.

Kelompok ketiga adalah kelompok nabi dan rasul dan Khalifah. Ada beberapa mantra yang menggunakan nama nama nabi dan rasul sebagai tokoh dalam mantra Minangkabau, yaitu: Muhammad, Nabi khaidir, Nabi kili, Sulaiman, Abu Bakar, Usman, Ali,
Umar bin Khattab.

Dapat disimpulkan bahwa mantra juga memiliki penokohan yang islami seperti malaikat dan para nabi dan rasul. (*)

Sumber gambar: Instagram. Diakses dari google free access. Tanpa hak cipta

Baca Juga :  Pemkab Tanah Datar Apresiasi Prodi KPI UIN Batusangkar atas Penyelenggaraan Visiting Doktor di Istano Basa Pagaruyung