Tanah Datar, Jurnal Minang.
Operasi ketupat memang betul diundur. Pengundurannya dari pusat, namun akan tetap dilakukan. Akan tetapi kita tunggu kabarnya terlebih dahulu. Hal itu dikatakan Kasat Lantas Polres Kabupaten Tanah Datar Hendrizal, S.H, dalam menjawab pertanyaan Jurnal Minang, di kantor nya Selasa, lalu.
Operasi ketupat itu memang suatu pelaksanaan rutin. Tetapi tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebab segala sesuatunya harus dilakukan dengan suatu perhitungan yang tepat.
Apalagi kegiatan operasi ketupat tersebut punya berbagai dampak. Baik itu terhadap waktu, pemikiran, dll. Oleh karena itu pihak pusat mengkajinya dengan secermat mungkin.
Menurut pengamatan Jurnal Minang razia ketupat itu dapat membuat pembawa kendaraan hati-hati. Bahkan sebelum membawa kendaraanya mencek kendaraannya sudah lengkap atau belum. Jika kendaraan nya tidak lengkap orang itu tidak akan mengendarai kendaraanya.
Bahkan dengan adanya diketahui informasi adanya Razia ketupat itu pemilik kendaraan berusaha melengkapi kendaraan nya. Disamping itu enggan bahkan tidak mau meminjamkan kendaraanya kepada siapapun. Apalagi yang meminjam itu tidak memiliki Surat Izin Mengendarai (SIM).
Disamping itu pencuri kendaraan bermotor atau Ranmor akan takut membawa kendaraan itu lewat jalan resmi. Tidak tertutup ranmor itu dibawa jalan belakang atau disembunyikannya terlebih dahulu. Nanti sesudah selesai razia ketupat baru kendaraan yang dicurinya itu dibawa ke lokasi ter tentu.
Dengan demikian razia ketupat tersebut secara tidak langsung telah menghalangi pencuri kendaraan bermotor itu melarikan kendaraan tersebut. Seiring dengan itu perlu ada pengawasan dari pihak-pihak tertentu untuk mengawasinya. Pengawasan itu setidaknya agar kendaraan yang dicurinya tidak sampai terbang jauh. (Datuok/Red.Jm)
Foto: kantor polres Tanah Datar. Diambil dari google free access
