Prof. Dr. H. Asmendri Chaidir, M.Pd. Putra Pertama Nagari Mungo Raih Gelar Profesor

Payakumbuh, Jurnal Minang. Sejarah baru terukir bagi Nagari Mungo, Kabupaten Lima Puluh Kota. Prof. Dr. H. Asmendri Chaidir, S.Ag., M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) dalam Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan di Auditorium UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Rabu (8/7/2026).

Dengan capaian tersebut, Prof. Asmendri menjadi putra pertama Nagari Mungo yang berhasil meraih gelar akademik tertinggi, Profesor. Prof. Asmendri yang bersuku Pitopang adalah anak kedua dari pasangan alm.Haji Chaidir Syah dan Almh. Hajah Maryam dari Tanjung Tangah Nagari Mungo.

Pengukuhan berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan perguruan tinggi, para guru besar, akademisi, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, keluarga, alumni, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Ucapan selamat juga mengalir dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat Nagari Mungo yang menyambut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan bersama.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Rekonstruksi Manajemen Pendidikan Transformatif di Era Digital: Integrasi Strategis Kepemimpinan, Supervisi, dan Nilai Surau Berbasis ABS-SBK”, Prof. Asmendri menawarkan paradigma baru pengelolaan pendidikan yang mengintegrasikan kepemimpinan transformasional, supervisi yang memberdayakan, serta nilai-nilai lokal Minangkabau berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai fondasi menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Menurut Prof. Asmendri, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan digitalisasi dan kemajuan teknologi. Pendidikan harus tetap berakar pada nilai-nilai spiritual, budaya lokal, dan pembentukan karakter agar mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus berintegritas. Dalam orasinya, ia juga menekankan pentingnya perencanaan pendidikan yang visioner, supervisi yang humanis, dan kepemimpinan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Asmendri lahir di Tanjung Tangah, Nagari Mungo, Kabupaten Lima Puluh Kota pada 25 Agustus 1970. Ia dikenal sebagai akademisi yang menekuni bidang Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan. Ia merupakan Guru Besar di Program Studi Sarjana, Magister dan Program Doktor UIN Mahmud Yunus Batusangkar serta saat ini mengemban amanah sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

Baca Juga :  Wisata Nagari Pariangan Akhirnya Masuk TOP 50 ADWI 2022

Karier akademiknya diperkuat oleh pengalaman internasional sebagai Visiting Scholar di Ohio State University, Amerika Serikat (2008–2009). Selain aktif sebagai dosen dan peneliti, Prof. Asmendri juga dipercaya sebagai Asesor Nasional BKD SISTER DIKTI, Reviewer Nasional Penelitian Kementerian Agama, Reviwer Penelitian dan PKM Universitas Terbuka, reviewer berbagai jurnal ilmiah, serta editor jurnal nasional.

Produktivitas ilmiahnya tercermin dari berbagai publikasi bereputasi internasional dan buku-buku di bidang manajemen pendidikan, kepemimpinan, supervisi, serta perencanaan pendidikan transformatif.

Momentum pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Nagari Mungo dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadiran seorang profesor dari daerah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan budaya riset, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa melalui ilmu pengetahuan.

Dengan dikukuhkannya Prof. Asmendri sebagai Guru Besar, UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali memperkuat kapasitas akademiknya dalam pengembangan ilmu manajemen pendidikan dan mempertegas komitmennya untuk melahirkan inovasi pendidikan yang berakar pada nilai-nilai lokal sekaligus berdaya saing global. Tema orasi yang diusung mencerminkan komitmen tersebut melalui integrasi kepemimpinan strategis, supervisi transformatif, dan filosofi Surau sebagai kekuatan pembangunan pendidikan masa depan. (Red.Jm)