Mengenal Fungsi Fungsi Gerakan Silek Minangkabau

Oleh: Nadia Nasmita Ramadan (Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas)

Silek atau silat adalah suatu seni bela diri tradisional dari Minangkabau, Sumatera Barat, Indonesia yang masih bertahan dari dulu hingga masa sekarang. Silek Minangkabau berbeda dengan pencak silat yang dikenal orang pada umumnya. Silek Minangkabau dikenal dan ditampilkan sebagai bidang dalam olahraga beladiri yang menonjol dalam tampilan berkelahi, dengan melawan dan menyerang.

Latihan silek dapat membuat seseorang mengembangkan keterampilan dan ekspresi kreatif mereka sendiri dengan beberapa cara kegiatan silek yaitu dengan keterampilan fisik dengan melibatkan gerakan, pertahanan dan keseimbangan terhadap tubuh.

Tujuan dari silek selain untuk ilmu pertahanan diri ada pula tujuan lain yang saya rasakan saat belajar silat di kampus. Tujuannya yaitu kesehatan fisik dan tubuh jadi lebih enak. Silek bisa jadi salah satu pengganti olahraga yang memiliki tujuan yang sangat berguna bagi kita. Jika dikuasai dengan sungguh-sungguh dan benar maka akan dapat dengan mudah menguasainya. Untuk memberikan keamanan diri kita dari serangan-serangan jika bepergian sendiri dan membantu orang di sekitar merupakan tindakan yang bagus dan hebat.

Tujuan utama silek ada 4, yaitu:

  1. Mempertahankan diri;
    Mempertahankan diri ialah dalam silek ada diajarkan teknik-teknik untuk mempertahankan dan melindungi diri dari lawan.
  2. Kesehatan fisik;
    Kesehatan fisik ialah gerakan-gerakan yang ada dalam silek membuat kesehatan dan fisik, kebugaran, kelincahan, kekuatan otot dan daya tahan tubuh
  3. Warisan budaya;
    Salah satu fungsi silek adalah menjaga warisan budaya Minangkabau agar tidak hilang dan dilupakan karena perkembangan zaman dan teknologi dari masa ke masa.
  4. Kepemimpinan;
    Kepemimpinan merupakan tujuan yang terdapat di dalam yang menjadikan seorang pesilat mempunyai jiwa kepemimpinan, yang memiliki rasa tanggung jawab.
Baca Juga :  KORMI Tanah Datar Jalin Kerjasama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Sumbar

Silek adalah seni beladiri tradisional Minangkabau yang mengajarkan prinsip-prinsip efesiensi gerakan untuk bisa memanajemen waktu dan menghemat energi dalam pertarungan yang memiliki jangka waktu yang lama dan panjang. Tegak dengan posisi yang kokoh dan mengeluarkan gerakan sederhana, selalu fokus hindari gerakan rumit yang membuat tenaga terkuras banyak.

Kemudian kontrol pernafasan dengan baik dan manfaatkan energi lawan dengan mengalihkan serangan dari lawan, lalu balas lawan dengan gerakan yang memungkinkan dapat merobohkan ketahanan lawan. Selanjutnya pesilat harus lincah dalam perlawanan dan cepat tanggap terhadap serangannya. Bergerak cepat dan sabar harus dilakukan pada saat yang tepat karena jika lambat dan terburu-buru pada waktu yang salah dapat merobohkan kita sendiri. Dan pesilat harus memaksimalkan efisiensi dari gerakan-gerakan yang mereka miliki dan kuasai dan harus bertahan lama dalam pertarungan yang berjangka waktu panjang.

Di Minangkabau aliran silek yang dipakai dari dulu hingga sekarang yaitu aliran silek harimau. Silek harimau adalah gerakan seni beladiri yang tergolong tradisional keminangkabauannya. Gerakannya meniru gerakan sosok harimau dalam pertarungan atau pertahanan diri. Silek harimau merupakan suatu seni beladiri yang telah menggabungkan beberapa aspek, diantaranya aspek fisik, mental, dan spritual.

Di semua gerakan silek harimau memiliki fungsi tertentu dalam pertarungan atau pertahanan diri dan yang sangat perlu dilakukan latihan intensif yang menjadi tujuan untuk menguasai secara utuh teknik-teknik dan gerakan-gerakan silek dengan baik dan benar.

Berikut ini adalah Nama-nama serta fungsi dari gerakan silek harimau di Minangkabau:

1).Gerakan Loncat Harimau;
Gerakan Loncat Harimau ini digunakan untuk menipu lawan dengan melakukan gerakan loncatan seca tiba-tiba. Fungsi dari gerakan ini untuk menghindari serangan yang diberikan lawan dan menciptakan
peluang untuk melakukan serangan balik.

Baca Juga :  Pacu Kudo: Antara Olahraga, Tradisi dan Wisata Halal

2) Gerakan Cakar Harimau;
Gerakan ini meniru bagaimana serangan cakaran sosok harimau. Fungsinya yaitu untuk melukai lawan
dengan menyerang tajam
dan secara cepat.

3). Gerakan Merobek;
Gerakan merobek adalah gerakan yang merobekkan harimau
yang merobek mangsanya.
Fungsi dari gerakan adalah untuk mengoyakkan pertahanan lawan
dan memberikan luka-luka
yang serius pada lawan.

4). Gerakan Berjemur;
Gerakan ini dilakukan seperti menirukan sosok harimau yang sedang berjemur di bawah teriknya sinar matahari. Fungsinya adalah
untuk kesempatan mengambil nafas,
mengendurkan otot, dan bersiap memberikan serangan berikutnya.

5). Gerakan menyerang;
Gerakan ini termasuk ke dalam serangan-serangan yang beragam karena memiliki berbagai jenis yaitu: pukulan, tendangan, dan cakaran
harimau, yang guna fungsinya
untuk melumpuhkan si
lawan.

6). Gerakan Mematikan;
Gerakan serangan
mematikan yang tujuannya menargetkan titik-titik vitalnya si
lawan, titiknya di leher, mata,
atau tenggorokan. Fungsi dari gerakan ini untuk mengakhiri pertarungan secepatnya.

7). Gerakan Menghindar!
Gerakan ini berfungsi untuk
menghindari serangan
dari lawan dengan menggunakan gerakan secara gesit
dan cepat seperti harimau
yang akan melompat.

8). Gerakan Menyembunyikan
Jejak; Harimau adalah sosok yang mahir menyembunyikan jejaknya,
gerakan ini digunakan untuk
mengelabui serta membodohi lawan dan memberikan efek kebingungan terhadapnya.

9). Gerakan Menjaga
Keseimbangan;
Fungsi gerakan ini adalah
untuk menjaga keseimbangan tubuh saat melakukan menyerang lawan ataupun bertahan diri,
sehingga Anda tidak akan
mudah dan sulit dijatuhkan oleh
lawan.

Gambar: dari Traverse.id pembuat Dana Irfan.

Print Friendly, PDF & Email