Tanah Datar, Jurnal Minang,
Pertanyaan mau kemana setamat kuliah secara pasti tergantung dari anak yang kuliah itu. Justru ia sudah besar dan intelektual yang tidak diragukan kemampuan dirinya.
Hal itu disampaikan Wamen Teknologi dan Riset Prof.Dr.Fauzan., M.Pd dalam kuliah umum nya di kampus Muhammadiyah, Rabu (6/8-2026).
Dengan demikian dinyatakannya, dari mana kita, hendak kemana tergantung atas diri sendiri. Apa lagi zaman sekarang sudah tidak sama dengan zaman tempo dulu. Karena perobahan zaman itu anak-anak tidak sama lagi dengan anak yang lampau.
Dalam kuliah umum yang berjudulkan “Peran Perguruan Tinggi Sebagai Problem Solver” itu diungkapkannya, bahwa bukti yang fundamental tokoh-tokoh Muhammadiyah adalah orang Sumatera Barat. Ketokohannya itu tidak akan pudar. Itulah yang harus diteladani, ungkapnya.
Disamping itu, yang juga harus diketahui jangan lupakan jasa-jasa dari para tokoh itu. Apalagi kampus ini telah melahirkan anak-anak terdidik yang intelektual. Yang pada masanya akan menelorkan jasa-jasa baik untuk masa mendatang.
Sumbar salah satu provinsi di Indonesia yang banyak memberikan informasi untuk kemajuan negara. Informasi yang diberikan selalu yang bersifat konstruktif.
Dari itu ternyatalah bahwa Sumbar gudangnya informasi dan gudangnya tokoh dan pahlawan nasional.
Memang orang Sumbar menginginkan yang lebih baik dari yang baik. Itu pula orang daerah ini tidak ketinggalan dari yang lainnya. Kendatipun tuntutan para tamatan kuliah sudah berubah dari tahun 1980-an.
Dari riset dan penelitian yang dilakukan kata Prof. Fauzan, jika tamatan SLTA 10 orang yang melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi hanya 4 orang. Kenapa ada, dan seperti itu? Sedangkan itu adalah generasi muda yang dipersiapkan untuk tahun 2030. Untuk apa kuliah, tentu dengan harapan orang tuanya antara lain anak lulus dan tamat tepat waktu 4 th. Dapat kerja dengan gaji yang layak. Namun keputusannya sangat tergantung dari anak-anak yang kuliah itu. (Datuok)
Sumber gambar: pinterest
