Batusangkar, Jurnal Minang. Panitia pembangunan Gedung Serbaguna Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, masih memerlukan dukungan dan bantuan dari semua pihak, terutama para perantau Pandai Sikek yang berada di berbagai daerah.
Gedung serbaguna yang berbentuk rumah gadang Minangkabau tersebut memiliki daya tampung lebih dari 800 orang. Kehadiran gedung ini diharapkan menjadi salah satu fasilitas penting bagi masyarakat Jorong Koto Tinggi Nagari Pandai Sikek untuk melaksanakan berbagai kegiatan.
Pembangunan gedung serbaguna tersebut telah dimulai sejak tahun 2018. Pada tahap awal, pembangunan memanfaatkan dana yang dihimpun dari masyarakat, termasuk bantuan dari almarhum Irdinansyah Tarmizi Bupati Tanah datar sebesar Rp150 juta yang diupayakan oleh anak nagari Dedi Irawan pada saat itu.
Hingga saat ini, pembangunan terus diupayakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan yang ada. Namun, untuk menuntaskan pembangunan dan melengkapi berbagai fasilitas yang dibutuhkan, panitia masih sangat mengharapkan uluran tangan dari seluruh pihak.
Anggota DPRD Tanah Datar Fraksi Partai Golkar Dedi Irawan mengatakan, pembangunan gedung serbaguna tersebut perlu didukung dengan perencanaan yang matang dan melibatkan tenaga profesional. Ia mengajak tim perencanaan yang profesional dari Kabupaten Tanah Datar untuk bersama-sama melihat potensi dan kebutuhan gedung tersebut.
Menurut Dedi, pembangunan suatu fasilitas umum tidak cukup hanya mengandalkan semangat dan keinginan untuk membangun, tetapi harus diawali dengan riset serta perencanaan yang baik. “Sesuatu pekerjaan tanpa melalui riset, hasilnya tentu tidak maksimal,” ujarnya.
Ia menilai Gedung Serbaguna Pandai Sikek memiliki potensi besar karena kapasitasnya mampu menampung lebih dari 800 orang. Dengan konsep rumah gadang, gedung tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman.
Karena itu, menurut Dedi, perencanaan ke depan harus memikirkan bukan hanya penyelesaian fisik bangunan, tetapi juga bagaimana gedung tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal setelah selesai. Berbagai kegiatan masyarakat, adat, budaya, keagamaan, pendidikan maupun kegiatan sosial dapat dirancang untuk dilaksanakan di gedung tersebut.
Dedi berharap proses perencanaan nantinya melibatkan seluruh unsur yang memiliki kemampuan dan kepedulian terhadap pembangunan Nagari Pandaisikek. Pemerintah daerah, pemerintah nagari, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda serta para perantau dinilai memiliki peran penting dalam memberikan gagasan dan dukungan.
“Mudah-mudahan dengan dilaksanakan perencanaan dengan baik, yang melibatkan semua orang yang potensial, Gedung Serbaguna Nagari tersebut dapat berdaya guna bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.
Panitia juga berharap dukungan para perantau terus mengalir untuk menyelesaikan pembangunan gedung yang telah dimulai sejak 2018 tersebut. Semangat gotong royong dan kebersamaan antara masyarakat di kampung dengan perantau diharapkan menjadi kekuatan utama agar Gedung Serbaguna Pandaisikek nantinya dapat berdiri dan dimanfaatkan sebagai rumah bersama bagi masyarakat. (Kasdi Ray/Red.Jm)
