Batusangkar, Jurnal Minang. Mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah salah satu moto Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Datar yang dipimpin Lovely Harman, ST,MT, mencegah terjadinya bencana lebih baik daripada membiarkan bencana tersebut datang dan akan membawa kesengsaraan.
BPBD Tanah Datar yang dipimpin dr.Ermon Revlin berupaya memaksimalkan Bidang yang ada, untuk itu, dalam rangka Kesiapsiagaan terhadap bencana yang mungkin bakal terjadi, BPBD Tanah Datar menurunkan anggota tim bersama Satgas Nagari guna sosialisasi dan langsung eksekusi pencegahan berupa memotong kayu yang tumbang di sepanjang aliran sungai yang berhulu ke gunung Marapi, Sago, Singgalang dan Tandikat. Sekaligus membuat laporan hasil mitigasi serta mendokumentasi kegiatan dan melaporkan kepada instansi terkait yaitu BPBD, Perkim LH, PUPR, PSDA.
Batang Bangkahan merupakan zona aliran lahar dingin erupsi gunung Marapi yang pernah memakan korban jiwa pada tahun 1979. Di hulu aliran sungai ini terdapat lokasi aliran sungai yang berkelok dan menyempit yang dinamai Bangkahan Sampik.
Menurut Sekretaris Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Datar Lovely Harman,ST,MT. mengatakan, dari rencana 23 pemantauan dan mitigasi aliran sungai yang berhulu dari gunung Marapi, Singgalang, Tandikek dan Sago, sudah terealisasi pemantauan dan mitigasi bersama satgas nagari sejumlah 7 sungai yaitu1.Batang Sago
2.Batang Lona. 3.Batang Bangkahan. 4.Batang Bangkaweh
5.Batang Muaro Samuik. 6.Batang Tampo. 7. Batang Lindan.
Pemantauan dilakukan sesuai schedule satu kali seminggu. Tujuan kegiatan pemantauan dengan jalan kaki ini adalah melakukan survey lebih dekat kondisi longsoran yang sebelumnya terdeteksi oleh penerbangan drone.
Selain itu juga menentukan pemasangan rambu rambu kebencanaan di sepanjang zona rawan bencana dan kondisi alat early warning system. Untuk perjalanan ke Bangkahan Sampik tersebut, kali ini dilakukan melalui punggungan gunung, dengan tujuan meminimalisir risiko, namun saat ini kondisi vegetasi di jalur sangat rapat sekali sehingga tujuan utama ke Bangkahan Sampik belum bisa tercapai.
Selanjutnya akan dilakukan pemantauan ulang dengan jalur melewati sungai Batang Bangkahan. Pemantauan ini dilakuan tim gabungan bersama Satgas Penanggulangan nagari Pasia Laweh dan Nagari Koto Baru Rao Rao. (Kasdi Ray/Red.Jm)
