Jabatan Kabag Kesra di Setda Tanah Datar Dianggap “Angker?” Ini Faktanya

Batusangkar, Jurnal Minang. Jabatan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Datar belakangan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Hal itu dipicu oleh kenyataan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejumlah pejabat yang pernah mengemban amanah di bagian tersebut mengalami gangguan kesehatan serius, bahkan ada yang meninggal dunia.

Meski demikian, berbagai kalangan mengingatkan agar peristiwa tersebut tidak dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat mistis, karena dalam ajaran Islam, jodoh, rezeki, dan maut merupakan ketetapan Allah SWT.

Pejabat pertama yang menjabat sebagai Kabag Kesra Setda Tanah Datar pada periode tersebut adalah almarhum Drs. Dadan Hendarsyah. Semasa bertugas, ia dikabarkan menderita sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Almarhum kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Sumedang, Jawa Barat.

Setelah itu, jabatan Kabag Kesra dipercayakan kepada Ali Nardius yang sebelumnya bertugas di Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar. Dalam perjalanan tugasnya, Ali Nardius juga mengalami gangguan kesehatan. Ia diketahui menderita penyakit liver dan harus menjalani perawatan intensif, termasuk terapi cuci darah.

Untuk memastikan pelayanan dan berbagai program di Bagian Kesra tetap berjalan, pemerintah daerah kemudian menunjuk Delvino sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kabag Kesra. Penunjukan tersebut dilakukan agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami hambatan selama pejabat definitif berhalangan.

Tidak lama kemudian, jabatan Kabag Kesra diisi oleh Afrizon sebagai pejabat definitif. Kehadirannya diharapkan mampu melanjutkan berbagai program kesejahteraan masyarakat yang menjadi tanggung jawab Bagian Kesra Setda Tanah Datar. Namun, seiring berjalannya waktu, Afrizon juga dikabarkan mengalami masalah kesehatan. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ia menderita sakit dan disarankan menjalani cuci darah sebagai bagian dari proses pengobatan yang dijalaninya.

Baca Juga :  Partai Umat dan PKB "Pacah Talua" di DPRD Tanah Datar, Incumbent Berguguran

Rangkaian peristiwa tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Sebagian mengaitkannya dengan anggapan bahwa jabatan Kabag Kesra Setda Tanah Datar merupakan posisi yang “angker”. Di sisi lain, banyak pula yang menilai bahwa musibah yang menimpa seseorang merupakan ujian hidup dan tidak semestinya dihubungkan dengan jabatan ataupun tempat tertentu tanpa dasar yang jelas.

Terlepas dari berbagai persepsi yang berkembang, masyarakat diimbau untuk menyikapi informasi tersebut secara bijaksana. Kesehatan setiap individu dipengaruhi oleh banyak faktor, sementara hidup dan mati adalah rahasia serta ketetapan Allah SWT. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memberikan dukungan kepada para aparatur sipil negara yang sedang menjalani perawatan, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Mantan Kabag Kesra Setda Tanah Datar dan Sekwan Tanah Datar Drs.Yuhardi ketika dihubungi Rabu, 8 Juli 2026 mengenai jabatan yang dianggap “angker,” itu tidak ada, jika ada yang sakit kita doakan cepat sembuh, semasa beliau menjabat Kabag Kesra selalu berupaya berbuat amal makruf nahi mungkar, ujarnya. (Kasdi Ray/Red.Jm)