Batusangkar, Jurnal Minang. Dalam rangka Kesiapsiagaan terhadap bencana yang mungkin bakal terjadi, BPBD Tanah Datar menurunkan anggota tim bersama Satgas Nagari guna sosialisasi dan langsung eksekusi pencegahan berupa memotong kayu yang tumbang di sepanjang aliran sungai yang berhulu ke gunung Marapi, Sago, Singgalang dan Tandikat. Sekaligus membuat laporan hasil mitigasi serta medokumentasi kegiatan dan melaporkan kepada instansi terkait yaitu BPBD, Perkim LH, PUPR, PSDA.
Batang Bangkahan merupakan zona aliran lahar dingin erupsi gunung Marapi yang pernah memakan korban jiwa pada tahun 1979. Di hulu aliran sungai ini terdapat lokasi aliran sungai yang berkelok dan menyempit yang dinamai Bangkahan Sampik.
Menurut Sekretaris BPBD Tanah Datar Samsuar,S.Kom kegiatan mitigasi ke daerah bencana dikomandoi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanah Datar yang dipimpin Lovely Harman,ST,MT. mengatakan salah satu tujuan kegiatan pemantauan jalan kaki ini adalah melakukan survey lebih dekat kondisi longsoran yang sebelumnya terdeteksi oleh penerbangan drone.
Selain itu juga menentukan pemasangan rambu rambu kebencanaan di sepanjang zona rawan bencana dan kondisi alat early warning system. Untuk perjalanan ke Bangkahan Sampik tersebut, kali ini dilakukan melalui punggungan gunung, dengan tujuan meminimalisir risiko, namun saat ini kondisi vegetasi di jalur sangat rapat sekali sehingga tujuan utama ke Bangkahan Sampik belum bisa tercapai.
Selanjutnya akan dilakukan pemantauan ulang dengan jalur melewati sungai Batang Bangkahan.
Pemantauan ini dilakuan tim gabungan bersama Satgas Penanggulangan nagari Pasia Laweh dan Nagari Koto Baru Rao Rao. (Kasdi Ray/Red.Jm)
