Kasdi Ray, SH Wartawan Jurnal Minang Raih Apresiasi Sebagai Wartawan Mesin Ketik Favorit

Batusangkar, Jurnal Minang. Kasdi Ray, SH wartawan media online Jurnal Minang dan mingguan Rakyat Sumbar berdasarkan evaluasi terhadap kiprah Wartawan Mesin Ketik Tanah Datar Luhak Nan Tuo yang ditayangkan media www.sabanakaba.com mulai 21 s/d 31 Mei 2026 menjadi favorit. Evaluasi dipimpin Pimpinan Redaksi Wirmas Darwis, SE dilakukan Kamis, 11/6-2026 pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan Pimred tersebut Kasdi Ray, SH paling banyak diklik pembaca dengan jumlah 710 view, sementara urutan kedua Maizar Rangkuti dengan 645 view, dan ketiga Efrison, SE yang kini menjabat Sekretaris Diskominfo Tanah Datar dengan 480 view.

Sementara untuk urutan ke empat Elfiardi,SH Kabid pada Dinas Satpol PP dan Damkar dengan 453 view, disusul Anton Yondra, SE,MM yang kini menjabat ketua DPRD Tanah Datar dengan 446 view serta Wirmas Darwis dengan 321 view. Sedangkan 5 wartawan mesin ketik lainnya di bawah 300 view.

Tampilnya Kasdi Ray, SH sebagai paling banyak diklik pembaca karena perjalanan hidupnya dipenuhi dinamika. Jauh berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Hidup itu penuh misteri, rezeki maut sudah ada yang mengatur, itulah salah satu prinsip sisi kehidupan Kasdi Ray yang dilahirkan di Bukitinggi, 27 Juli 1966.

Wartawan Mingguan Rakyat Sumbar dan media online Jurnal Minang untuk daerah Kabupaten Tanah Datar ini, semasa kecil hingga remaja dihabiskan di SDN 3 Ateh Ngarai, Bukittinggi. Kemudian sekolah di ST Negeri 1 Bukittinggi Lanbaw, dan SMP PSM Bukittinggi. Kemudian melanjutkan ke SMKN 1 Payakumbuh dan kuliah S1 Ilmu Hukum di UMMY Solok tahun 2003.

Ketika masih aktif menjadi petinju, ia cukup rajin dan tekun berlatih tinju, sehingga hasilnya cukup memuaskan, Ia mulai berlatih di Sasana Tinju Agam Tiger Bukittinggi tahun 1984 yang dibina Marlis. Ia memulai naik ring sebagai petinju mengikuti eksibisi tinju amatir di Hall Ateh Ngarai Bukittinggi tahun 1985 dan menang KO atas petinju Kota Padang.

Baca Juga :  Bupati Eka Putra Tinjau Pembangunan Jembatan Darurat di Nagari Sungai Jambu

Kemudian ia ikut tampil pada Porda 1 sumbar th 1986 di Padang pada kelas Layang Ringan 45 kg mewakili Kabupaten Agam dan berhasil meraih medali perak. Karena keinginan meningkatkan keahlian cabang olahraga tinju cukup besar, Kasdi Ray remaja kemudian pergi merantau dan berlatih di Surakarta sembari mengikuti kakak Supardi yang bekerja di Monoumen Pers Nasional.

Dengan modal nekat, ia lalu pindah ke sasana Tinju Putra Tauladan Kebumen th 1986 yang dilatih oleh Hang Hartoyo. Setelah digembleng latihan 2 kali sehari serta ilmu yang didapat serasa cukup kemudian pulang dari Kebumen ke rumah di asrama Kodim 0304 Sapiran Birugo Bukittinggi.

Menjelang tahun 1987 ia mengikuti seleksi tim Porda 2 sumbar di Bukittinggi dan berhasil menang KO atas lawannya. Kemudian bergabung dengan sasana Tinju Mersi (Merapi Singgalang ) dibawah binaan Daniel dan berhasil meraih medali emas pada Porda II Sumatera Barat tahun 1987 di Bukittinggi, ia menerima tropi dari Gubernur Sumbar Hasan Basri Durin sebagai predikat petinju favorit kelas Layang 48 kg.

Kemudian tahun 1988 mengikuti Kejurda tinju amatir di Payakumbuh dan kembali meraih medali emas di kelas Terbang 51 kg. Kemudian Kasdi Ray tahun 1989 diminta Bupati Ikasuma Hamid melalui Sekda Djufri untuk hijrah ke Batusangkar guna memperkuat Tim Porda Tanah Datar dalam cabang olahraga tinju. Berkat kerja keras serta binaan bapak angkat olahraga tinju CV Gunung Bungsu Sunarno, ayah dua putri masing masing Vani Kasdianti dan Adinda Rahmi Kasdianti dari istri Apriyanti (50 th) kembali meraih medali emas kelas Bantam 54 Kg pada Porda III Sumbar tahun 1990 di Batusangkar mewakili Kabupaten Tanah Datar dibawah komando Bupati Ikasuma Hamid.

Baca Juga :  Wabup Richi Aprian Hadiri Tablig Akbar, Buya Ristawardi Tampil Memukau

Pada saat itu Kabupaten Tanah Datar meraih juara umum cabang olah raga tinju amatir dengan petinjunya Anis Klabut, Kasdi Ray, Mairizal, Darman Momok, meraih medali emas. Sementara sahabatnya, Mukdi meraih perak serta Afrizal Chan, Jefrizal (Almarhum) meraih perunggu. Kemudian Kasdi Ray mengikuti Dandim Cup II di Kebumen dalam pertandingan tinju amatir semi Nasional se Indonesia. Ia meraih medali perunggu. (*)