Wabup Ahmad Fadly: “Stunting adalah tanggung jawab kita semua kepada generasi yang akan datang”

Batusangkar, Jurnal Minang. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus memperkuat strategi percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggandeng Universitas Andalas (Unand) dalam upaya menekan prevalensi stunting di daerah yang dikenal sebagai Luhak Nan Tuo tersebut.

Komitmen itu, diutarakan Wakil Bupati (Wabup) Ahmad Fadly, S.Psi pada Rapat Pembahasan KKN Mahasiswa Unand dengan Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tanah Datar yang digelar di Aula Bappeda Litbang, Rabu (10/6/2026).

Wabup Ahmad Fadly selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Tanah Datar menyampaikan bahwa pertemuan tersebut, adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang menjadi wadah untuk menyinergikan program pemerintah daerah dengan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat.

Wabup Ahmad Fadly juga mengatakan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk menghasilkan program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Datar selama ini telah menjalankan berbagai program intervensi spesifik dan sensitif untuk menekan angka stunting. Namun, tantangan di lapangan masih memerlukan dukungan berbagai pihak agar hasil yang dicapai lebih optimal,” ujarnya.

Ahmad Fadly berharap kehadiran mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang ditempatkan dibeberapa nagari di kabupaten Tanah Datar, dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan edukasi masyarakat terkait gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola asuh yang baik.

“Program stunting itu, adalah tanggung jawab kita semua kepada generasi yang akan datang. Disini, kita akan berupaya untuk menanggani permasalahan stunting dan tidak akan membiarkan generasi mendatang tumbuh dibayang-bayang stunting. Menjalin kerjasama dengan Unand, kita mempunyai tekat, 3 hingga 4 tahun kedepan, angka prevalensi itu dibawah sepuluh persen,” ujarnya.

Baca Juga :  Budaya "Salah Pasang dan Sasek Latak"

Selain itu, Wabup Ahmad Fadly menyampaikan bahwa kerja sama dengan Unand diharapkan mampu menghadirkan pendekatan berbasis kajian ilmiah dan penelitian. “Dengan demikian, berbagai program yang dijalankan dapat dievaluasi secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Studi Unand Prof. dr. Andani Eka Putra mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung sepenuhnya langkah pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar untuk menurunkan angka prevalensi yang berkesinambungan, salah satunya melalui program KKN Mahasiswanya.

“Apa yang kami inginkan ialah, bagaimana Unand memberikan dampak dalam jangka panjang kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Tanah Datar. Dan, kami ucapkan terima kasih kepada pmerintah daerah yang begitu bersemangat dalam program ini,” ujarnya.

Ia menambahkan program tersebut, harus menjadi perhatian semua pihak mulai dari pemerintahan nagari hingga pemerintahan kabupaten, “kami akan menempatkan KKN Mahasiswa Unand dengan Tematik Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting bersama dosen pembimbingnya. Upaya ini, sangat penting untuk mewujudkan apa yang diharapkan bersama,” ujarnya.

Ia pun optimistis target penurunan prevalensi stunting dapat tercapai, melalui kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah di masa depan.
“Seperti yang disampaikan Wakil Bupati tadi, ini stunting adalah tanggung jawab moral semua pihak. Mudah-mudahan dari pilot projek 14 nagari, program ini dapat menjadi acuan dalam penurunan stunting dimasa mendatang,” ujarnya.

Hadir pada saat itu, Kepala Bappeda Litbang Tanah Datar Adriyanti Rustam, Camat, Wali Nagari dan tamu undangan lainnya. (Kasdi Ray/Red.Jm)