Tanjung Emas Kecamatan Yang Paling “Malang?”, PKB Partai Paling Sukses di Tanah Datar?

Opini Oleh: Ahmad Rizal Chaniago (Peneliti dan Akademisi)

Pasca penetapan suara hasil pemilu (pilpres dan pileg) oleh KPU RI tgl 20 Maret 2024 yang lalu, secara hukum tentu sudah memiliki kekuatan untuk rujukan atau referensi. Keputusan KPU adalah keputusan terakhir tentang penetapan hasil suara pemilu meskipun ada beberapa pihak yang masih melakukan gugatan ke MK.

Ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari penetapan suara hasil pemilu oleh KPU RI tersebut. Pertama, pemenang pemilihan presiden adalah pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan perolehan suara 58% lebih sedikit.

Kedua, pemenang pemilu secara nasional adalah partai PDIP dengan Raihan sekitar 16% lebih sedikit.

Ketiga, jika kita tarik ke Sumatera Barat, pemenang pileg adalah partai PKS di tingkat provinsi dengan perolehan kursi terbanyak. Jika kita tarik lagi ke kabupaten Tanah Datar, pemenang pileg adalah partai Golkar dengan dengan Raihan 5 kursi.

Dari seluruh sebaran keberhasilan itu, perlu kita simak juga siapa yang paling “malang” atau tidak beruntung selama pileg kemaren. Orang umumnya menyikapi partai saja, padahal basis dari partai itu adalah konstituen mereka di kecamatan yang tergabung dalam dapil.

Dari 14 kecamatan yang ada di kabupaten Tanah Datar, satu satunya kecamatan yang tidak memiliki perwakilan menjadi Anggota DPRD Tanah Datar periode 2024-2029 adalah kecamatan Tanjung Emas. Caleg banyak dari kecamatan ini, tapi mengapa semuanya GaTot alias Gagal Total? Entahlah!

Peringkat kedua kecamatan paling “malang” atau tidak sukses pada pileg kemaren adalah kecamatan Pariangan. Dari sekitar 17.000 an pemilih di kecamatan Pariangan, hanya satu orang caleg yang duduk di DPRD untuk periode 2024-2029 yaitu Saidani, SP dari partai PKS.

Baca Juga :  H. Suherman Bacaleg DPR RI Silaturahmi dengan Seluruh Pengurus dan Bacaleg Nasdem Tanah Datar di GBK

Lalu, partai apa yang paling sukses? Kalau kita lihat dari perolehan kursi yang dimulai dari nol (from zero to Hero) maka partai PKB adalah yang paling pantas disebut paling sukses. Karena, sebelumnya tidak ada kursi, kini bisa meraih 3 kursi. Artinya, ada kenaikan 300 persen jika kita analogikan satu kursi senilai seratus persen.

Partai tersukses kedua adalah partai Ummat. Baru perdana ikut pileg, langsung meraih dua kursi untuk DPRD Tanah Datar. Artinya, ada kenaikan 200 persen.

Dan, kecamatan mana yang paling sukses? Tentu jawabannya adalah kecamatan X Koto karena mereka sukses menempatkan lima orang wakilnya di DPRD Tanah Datar untuk periode 2024-2029.

Partai apa yang paling banyak melakukan “peremajaan” atau penggantian anggota DPRD dari incumbent? Jawabannya adalah partai PAN. Dari empat kursi incumbent, tiga orang tumbang. Artinya ada tiga pendatang baru yang sukses. Incumbent Yang bertahan hanya satu.

Siapa sosok yang benar benar tokoh yang dipilih masyarakat? Jawabannya adalah Asrul Jusan. Sebab, dulu dia adalah Anggota DPRD dari PDIP. Karena di PAW di periode kedua, Asrul Jusan lompat ke partai Hanura. Hebatnya, dia sukses juga dan dipilih oleh masyarakat Dapil I dan mengalahkan incumbent. Artinya, apapun partainya, Asrul Jusan tetap memiliki konstituen yang fanatik.

Yang terakhir, apa saja partai yang bertahan, melorot dan meningkat Raihan kursinya? Yang bertahan adalah partai Demokrat, PKS, PAN, PPP tetap jumlah kursinya. Yang turun kursinya? Partai Gerindra, PDIP dan Hanura. Lalu, partai Yang naik perolehan kursi nya? Golkar dan Nasdem.

Bagaimana dengan Pilkada Tanah Datar nanti? Siapa yang akan menang? Apakah incumbent akan bertahan atau sebaliknya malah tumbang? Tunggu ulasan kami di tulisan berikutnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email