Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan Sumbar Gelar FGD Kajian Pengembangan Museum Istano Basa Pagaruyung

Batusangkar, Jurnal Minang. Kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat, Senin 18 Mei 2026 menggelar acara diskusi terpumpun serta rapat teknis kajian pengembangan narasi museum Istano Basa Pagaruyung di kantor BPK Sumbar di Pagaruyung.

Rapat ini menghadirkan pejabat, tim teknis, tim ahli, akademisi, pemangku adat, pelaku wisata dan perwakilan tokoh masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk menata kembali eksistensi museum Pagaruyung yang belum sempurna sehingga bisa menjadi lebih agar menjadi sebuah museum yang layak dan harus dikunjungi oleh para turis baik lokal maupun manca negara.

Rapat dibuka oleh Nurmatias Kepala BPK Sumbar dan dilanjutkan dengan arahan kebijakan dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kab. Tanah Datar Inhendri Abbas.

“di Sumbar akan ada program revitalisasi museum sekitar 12 museum dan rencananya akan dieksekusi tahun ini, dana tersebut dari Kementerian Kebudayaan RI” ucap Nurmatias kepala BPK Sumbar.

Sementara itu Kadis Pariwasata menjelaskan bagaimana posisi museum. “Kantor dinas Pariwisata rencananya akan dipindahkan sementara Benteng Vander Capellen yang saat ini menjadi kantor Pariwisata akan dijadikan pula sebuah tempat tujuan wisata sejarah dan sangat layak pula untuk dijadikan museum.”

Rapat dihadiri oleh Ketua LKAAM Tanah Datar yang langsung dihadiri ketua LKAAM A.Dt.Andomo, Dr.Yanti Mulya Roza sebagai Ketua Masyarakat Sejarah Indonesia cabang Tanah Datar, Irwan Malin Basa sebagai Tim Ahli Cagar Budaya dan juga Peneliti Kebudayaan serta dosen UIN Batusangkar, Riki Rikarno, Andri Maijar, dll serta beberapa orang dari kantor BPK.

Sampai akhir Mei ini tim ahli beserta stakeholder lainnya akan berjibaku untuk melakukan kajian sehingga menghasil sebuah dokumen kajian yang akan menjadi blue print untuk kebijakan pengembangan museum kedepan. (Red.JM)

Baca Juga :  Beberapa Nagari Bermasalah di Tanah Datar, KI Akan Gelar Sidang di Batusangkar