Batusangkar, Jurnal Minang, Tim Pusdal op BPBD Tanah Datar mendapat sosialisasi dari Dinkes Kabupaten Tanah Datar, Jumat 13/2-2026 di aula kantor BPBD Tanah Datar Tentang tata cara memberikan bantuan hidup dasar (BHD) pada korban yang mengalami henti jantung dan henti napas.
Nara sumber dari Dinkes Tanah Datar menampilkan Eko Markos,SKM dengan materi bantuan hidup dasar untuk petugas Pusdal op BPBD Tanah Datar yang memberikan petunjuk tata cara bila ada korban yang cidera patah tulang, dan cidera lainnya.
Jika ada kejadian musibah, petugas Pusdal op harus berani menyampaikan kepada masyarakat tentang cara menyelamatkan korban yang terkena musibah, bahwa dirinya telah dilatih oleh Dinkes Tanah Datar untuk memberikan pertolongan bagi masyarakat yang terkena musibah, bagi anggota Pusdal op saatnya menunjukkan pelajaran yang telah diberikan selama ini,dengan mempraktekkan.
Dan yang cukup penting adalah LDR atau( Lihat dengar rasa,) maksudnya lihat detak jantung,dengar dengan telinga,rasakan dengan pipi ada nafasnya,ujar Eko Markos,SKM
Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Tanah Datar Purwanto SP, MPH menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini semata mata guna meningkatkan sumber daya petugas Pusdal op di lapangan, sehingga bila ada kejadian musibah dapat teratasi dengan baik dan korban dapat diselamatkan tepat waktu.
Dalam kesempatan itu juga diberikan masukan tentang resusitasi jantung paru (RJP),jika ada orang yang henti napas maupun henti jantung dapat dilakukan bantuan secara dini dengan memperhatikan ,aman diri, amankan korban dan amankan lingkungan.dengan demikian petugas akan leluasa memberikan pertolongan lebih lanjut.
Kemudian juga diberikan tanda tanda pasien sudah meninggal, pupil mata mengecil, kaku mayat, lebam mayat,breflek cahaya ketika disenter tidak ada.
Kepala BPBD Tanah Datar dr.Ermon Revlin mengharapkan dengan adanya kegiatan ini diharapkan Pusdal op Tanah Datar akan semakin maju dalam penanganan bencana. (Kasdi Ray/Red.Jm))
