Tanah Datar Peroleh Dana TKD 126,8 Milyar Dan Sudah Mulai Direalisasikan

Tanah Datar, Jurnal Minang. Pemkab Tanah Datar mendapat kucuran Anggaran TKD sebesar Rp. 126.873.525.000.-dengan
Realisasi Rp.50.130.538.000.- Keuangan 39,51 %, Fisik 42,34 %, untuk itu Pemkab Tanah Datar berupaya menyelesaikan seluruh program pemanfaatan dana Tambahan Kas Daerah atau (TKD) dari Pemerintah pusat.

Dinas KUKMP (Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan) mengalokasikan Dana TKD (Tambahan Keuangan Daerah) tahun 2026 sebesar Rp. 765 juta untuk memulihkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana.

Menurut Kepala Dinas KUKMP Tanah Datar diwakili Sekretaris Busnika Hamudi, ST, MT didampingi Kabid Koperasi dan Usaha Mikro, Doni, SE, Sekretaris Kominfo Efrison,SE dalam acara Jumpa Pers yang digelar di SMPN 02 Batipuh Selatan Padang Laweh Malalo, Senin (19/10/2026).

Dalam acara yang dipandu Sekretaris Kominfo Tanah Datar Efrison, SE, Sekretaris KUKMP Budnika Hamidi,ST,MT selanjutnya menjelaskan, dalam pemulihan ekonomi ini berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari penyelenggaraan sosialisasi, pelatihan hingga bantuan peralatan.

”Alhamdilillah, kita kebagian Dana TKD sebanyak Rp.765,- juta untuk UMKM yang terdampak bencana, sebagian sudah digunakan untuk pelatihan agar mereka bisa bangkit kembali,” ujar Busnika Hamidi.
Dikatakan, khusus bantuan yang diberikan dalam bentuk peralatan, bisa berbentuk non elektronik seperti panci, periuk, ember dan lain-lain. Sementara yang berbentuk elektronik bisa berbentuk mixer, magic com, blender dan sebagainya.

“Bagi UMKM yang belum mendapat bantuan, kita sudah menyampaikan kepada camat dan wali nagari yang wilayahnya terdampak bencana, tolong diidentifikasi kembali kalau ada yang belum dilaporkan,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Tanah Datar Efrison dalam kesempatan tersebut kembali mengatakan, Anggaran TKD Tanah Datar sebesar Rp. 126.873.525.000, telah direalisasikan Rp. 50.130.538.000,- yang terdiri dalam bentuk Keuangan 39,51 persen dan Fisik 42, 34 persen, ujarnya. (Kasdi Ray/Red.Jm)

Baca Juga :  Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wamen Ossy: Tanah dan Ruang Jadi Instrumen Pemerataan Kesejahteraan Rakyat