Karena Seni Bisa Indah

Batusangkar, Jurnal Minang.
Apa saja budaya dan atau seni budaya secara substansi memang belum tercatat. Baik yang telah rusak maupun yang hidup di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Tanah Datar. Untuk itu akan diadakan pendataannya dengan baik dan terukur.

Bagitu antara lain inti dari apa yang dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Mulkhari, S.Pd dalam menjawab pertanyaan wartawan dalam jumpa pers, di aula kantor Dinas Pendidi kan dan Kebudayaan, Jumat (23/10) siang.

Jumpa pers dalam rangka menyampaikan program kerja dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu dihadiri lebih kurang 40-an wartawan Tanah Datar. Dalam kesempatan itu Mulkhairi menyampaikan jumlah dana proyek yang dikelolanya secara transparan. Begitupun yang terealisir tepat waktu dituturkannya, didampingi Kadis Kominfo Dedi Tri Widono.

Berdasarkan kenyataan dimana ada masyarakat disana ada budayanya. Justru budaya itu bagaikan roh dengan tubuh. Karena itu budaya merupakan salah satu identitad dari etnis tidak boleh dikesampingkan begitu saja.

Berkaitan dengan itu pakar budaya yang bertaraf internasional Prof.Dr.Hc.KPH Koentjaningrat menyatakan, apabila suatu budaya sudah hancur maka hancurlah masyarakatnya. Dari itu jika ingin menghancurkan suatu masyarakat hancurkan terlebih dahulu budayanya.

Sehubungan dengan itu dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Datar akan melakukan revitalisasi budaya. Revitalisasi budaya dan atau upaya untuk menghidupkan kembali atau yang sebelumnya kurang berdaya hingga menjadi vital (sangat penting dan berfungsi kembali).

Bahkan budaya itu secara substansi melahirkan seni. Karena ilmu semua bisa, karena seni semua bisa indah, karena agama bisa berkah. Hal itu sekaligus membuat orang seni budaya bergembira yang menikmati senang dan ketawa. (Datuok)

Baca Juga :  Program Kajian Budaya Danaindonesiana di Nagari Pariangan Dirikan Museum Kain Tradisional