Batusangkar, Jurnal Minang. Anggota DPR RI Komisi VIII Dr.Hj.Lisda Hendrajoni ,SE,M.M.Tr. Selasa 1 September 2026 melaksanakan kegiatan seminar Nasional (Ngobrol Pendidikan Islam) di auditorium hotel Emersia Batusangkar bersama Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof.Dr.Hj.Martin Kustati MPd, dihadiri ratusan guru madrasah, pondok pesantren, dan Kemenag Tanah Datar.
Juga hadir Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Imam Bonjol Padang Dr.H.Muhammad Nur, Kepala Kemenag Tanah Datar H.Hendri Pani Dias, S.Ag,MA, menampilkan Narasumber Hasan Basri Tanjung.
Ketua pelaksana seminar Nasional Dekan Fakultas Tarbiyah Prof.Dr.Yasmadi, M.Ag mengatakan kegiatan seminar Nasional dengan tema madrasah berbasis pesantren unggul dan ramah anak, program ini akan memberikan manfaat bagi kita semua untuk kemajuan bangsa, ini merupakan yang pertama kemudian digelar di Bukittinggi, Dharmasraya, Sijunjung, Pesisir Selatan, Solok dan daerah lainnya.
Kemudian ucapan terimakasih kepada Kemenag yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga seminar Nasional ini dapat dilaksanakan dengan baik di Auditorium hotel Emersia Batusangkar.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang yang diwakili kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Imam Bonjol Padang Dr.H.Muhammad Nur, MA mengatakan, permintaan maaf kepada Dr.Lisda Hendrajoni, SE,M.MTr atas ketidak hadiran Rektor Prof.Dr.Hj.Martin Kustati, MPd karena ada tugas lain.
Proses perubahan manusia dari yang kurang baik menjadi baik memerlukan proses, jika kurang baik berarti perlu ada perbaikan, untuk itu perlu kompetensi guru guru, perlu kepribadian, sebagai seorang guru perlu disampaikan agar lebih baik perlu kompetensi akademik agar pondok pesantren meningkat, standar pondok pesantren ditingkatkan, perlu kompetensi kepribadian, kompetensi life skill, pondok pesantren harus mandiri karena tidak ada DIPA. Tidak semua anak pondok pesantren jika sudah tamat jadi ulama dan ustad.
Nara sumber Dr.Hj.Lisda Hendrajoni SE M.M.Tr yang dikenal sebagai (Lisda Rawdha atau Lisdawati Ansori) adalah politikus dari Partai Nasdem yang menjabat sebagai anggota DPR RI dan MPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat I. Ia alumni S3 dari UNP Padang sejak tahun 2024. perjalanan karir diawali dari Pramugari pesawat Kepresidenan, aktif mendampingi suami Hendrajoni sebagai ketua PKK Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam kesempatan itu Lisda Hendrajoni menyampaikan program Madrasah berbasis pesantren unggul dan ramah anak dengan menjaga nilai, menguatkan karakter, menyiapkan generasi masa depan, ada sebuah persoalan yang perlu disampaikan tentang masa depan.
Pesantren bukan hanya mengajar tetapi tempat mendidik peserta didik mulai dari bangun tidur. Ketika Lisda Hendrajoni memulai karir menjadi pramugari, pramugari saja didik untuk senyum saja selama 6 bulan, senyum harus simetris, kalau menertibkan anak perlu perhatian, dalam mengajar atau mendidik ilmu harus berjalan kemudian membentuk kebiasaan disiplin dan ibadah, kebersihan, tanggung jawab.
Untuk menjawab tantangan zaman, agama harus kuat, begitu juga sains, teknologi dan literasi digital maju, fungsi sebagai bapak ibu guru yang mengarahkannya agar peserta didik sukses. (Kasdi Ray/Red.Jm)
