Tanah Datar, Jurnal Minang. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tanah Datar, Adv. Kevin Kistiand, S.H., M.H., aktif menyerap aspirasi masyarakat melalui momentum silaturahim Idul Fitri 1447 H.
Menurut Kevin Kistiand, langkah ini merupakan bagian dari upaya menghimpun berbagai masukan masyarakat yang nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam pelaksanaan Munas X LDII yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 April mendatang.
Ia menilai, Munas merupakan momentum strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi ke depan, sekaligus memperkuat peran LDII dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Kami memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk mempererat silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi yang berkembang. Hal ini penting agar suara dari daerah dapat terakomodasi dalam Munas,” ujar Kevin Kistiand di Tanah Datar, Senin (30/3/2026).
Kevin menegaskan bahwa Munas X bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja organisasi, sekaligus merumuskan langkah yang lebih adaptif terhadap dinamika masyarakat.
“Kami memandang Munas X sebagai momentum konsolidasi besar bagi seluruh jajaran LDII. Hasilnya akan menjadi pedoman bagi kami di daerah dalam menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa LDII Kabupaten Tanah Datar siap mendukung serta mengimplementasikan setiap keputusan Munas melalui kerja nyata di lapangan. Berbagai program yang telah berjalan akan terus diperkuat, di antaranya pembinaan generasi muda, pendidikan karakter berbasis keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Di Tanah Datar, LDII turut aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari gotong royong, pembinaan remaja masjid, hingga menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurut Kevin, kondisi masyarakat yang majemuk menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi dan kebersamaan.
“LDII di Tanah Datar terus berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga kegiatan sosial. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, khususnya dalam pembinaan generasi muda agar memiliki akhlak yang baik serta semangat kebangsaan yang kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kevin menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan memperkuat kontribusi organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Aspirasi yang kami himpun akan kami bawa sebagai kontribusi daerah dalam Munas. Kami berharap kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat yang luas,” tuturnya.
Ia berharap, Munas X LDII mampu melahirkan keputusan yang visioner dan inklusif, serta responsif terhadap tantangan zaman. Selain itu, Munas juga diharapkan dapat memperkuat peran LDII sebagai organisasi yang profesional, modern, dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.
“Munas ini harus menjadi titik tolak bagi LDII untuk semakin berkontribusi secara nyata, baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Tanah Datar yang kita cintai,” pungkasnya. (M.Intania/Red. Jm)
