Batusangkar, Jurnal Minang. Sejarah baru pendidikan tinggi keislaman di Sumatera Barat resmi ditorehkan. Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar selangkah lagi melahirkan Doktor (S3) Studi Islam, setelah mahasiswa atas nama Desmita berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Tertutup Disertasi, Senin (2/2/2026) yang bertempat di Gedung GH.I.I Kampus I UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Keberhasilan ini bukan sekadar capaian individual, melainkan tonggak institusional yang menandai kematangan akademik Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam membangun tradisi keilmuan tingkat lanjut.
Dalam ujian tertutup tersebut, Desmita mempertahankan disertasi berjudul “Konstruksi Konsep Kecerdasan Hati dalam Psikologi Islam (Studi Analisis Hati Berfungsi untuk Berpikir)” di hadapan tujuh orang tim penguji yang terdiri dari:
- Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc (Ketua Penguji),
- Dr. Silvianetri, M.Pd (Sekretaris),
- Prof. Dr. Hj. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Psikolog (Penguji Eksternal),
- Prof. Dr. H. Kasmuri Selamat, MA (Penguji Internal),
- Prof. Dr. H. Khairunnas Rajab, M.Ag (Promotor),
- Dr. Masril, M.Pd., Kons (Co-Promotor I), dan
- Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd (Co-Promotor II).
Disertasi ini menempatkan qalb (hati) sebagai pusat kesadaran, nalar, dan spiritualitas manusia dalam kerangka psikologi Islam, serta dinilai memberikan kontribusi penting bagi pengembangan Studi Islam integratif yang memadukan dimensi rasional, spiritual, dan psikologis.
Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyampaikan bahwa lahirnya doktor pertama ini merupakan penanda fase baru dalam pengembangan akademik Pascasarjana.
“Ini adalah buah dari proses panjang pembangunan mutu akademik. Lahirnya doktor pertama menegaskan bahwa Program Doktor Studi Islam telah siap berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan Islam di tingkat nasional,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam menegaskan bahwa ujian tertutup disertasi merupakan ruang paling otoritatif untuk menguji integritas ilmiah, kedalaman metodologi, dan orisinalitas gagasan mahasiswa doktoral.
Pada hari yang sama, Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali melanjutkan agenda akademiknya dengan pelaksanaan ujian tertutup disertasi kedua, yang diikuti oleh Reni Susanti pada pukul 13.00–15.00 WIB.
Reni Susanti berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Ilmu Hudhuri dalam Filsafat Pengetahuan Al-Ghazali dan Mulla Shadra (Studi Komparatif)”, yang mengkaji konsep pengetahuan intuitif (‘ilm hudhūrī) dalam tradisi filsafat Islam klasik dan transendental.
Ujian tertutup tersebut dilaksanakan di hadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc (Ketua), Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd (Sekretaris), Prof. Dr. H. Khairunnas Rajab, M.Ag (Penguji Eksternal), Prof. Dr. H. Kasmuri Selamat, MA (Penguji Internal), Prof. Delmus Purneri Salim, M.A., M.Res (Promotor), Dr. H. M. Yusuf Salam, S.Ag., MA (Co-Promotor I), dan Dr. H. Akhyar Hanif, M.Ag (Co-Promotor II).
Pelaksanaan dua ujian tertutup disertasi dalam satu hari ini menegaskan bahwa Program Doktor Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar telah memasuki babak baru, tidak hanya sebagai penyelenggara pendidikan doktoral, tetapi sebagai ruang lahirnya pemikiran Islam yang mendalam, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman. (Hospiburda/Red.Jm)
