Batusangkar, Jurnal Minang.
Sulit mencari orang yang jujur dan berintegritas. Hal itu dicari untuk pelaksana pembangunan agar berhasil dengan baik. Karena ketidakjujuran dan tidak berintegritas melahirkan krisis kepercayaan.
Begitu antara lain nada yang dikatakan Prof.Ismail Novel dalam khutbah Idul Fitri nya di lapangan Cinduo Mato, Jum’at 20 Maret 2026 sekitar pukul 8, 46 di hadapan ribuan jama’ah.
Kejujuran adalah merupakan modal bagi pelaksana pembangunan. Sebab tanpa kejujuran pembangunan tidak akan berhasil dengan baik. Bahkan dapat dikatakan tanpa kejujuran tidak akan bisa berhasil pembangunan apapun juga.
Dari pengamatan Jurnal Minang jujur itu artinya, tidak bohong antara niat dan hati, perbuatan dan perkataan yang diucapkan adalah bersesuaian, perkataan, perbuatan nyata tanpa ada rekayasa tanpa ada kebohongan atau tanpa ada kecurangan demi keuntungan pribadi. Maksudnya, lurus hati dan mengakui kebenaran meskipun pahit sekalipun. Akan tetapi tetap tulus tanpa manipulasi demi mendapatkan kepercayaan dan ketenangan.
Sementara integritas adalah konsistensi, bertindak sesuai nilai etika dan prinsip moral dimana terdapat keselarasan antara pikiran, perkataan, perbuatan yang mencerminkan kejujuran, ketulusan dan itu yang melahirkan karakter yang fundamental untuk dipercayai dan mencegah korupsi.
Jika jujur yang berintegritas ini bersemayam dalam tubuh seorang pemimpin apapun pembangunan yang dilaksanakan akan berhasil dengan baik. Akan tetapi bila sebaliknya yang ada dalam tubuh dan jiwa pemimpin apapun yang akan dibangun tidak akan berhasil dengan baik.
Disamping itu bupati Tanah Datar Eka Putra, SE., M.M, dalam sambutan dan arahannya menyatakan, suka dan dukanya menjadi pimpinan di Luhak Nan Tuo. Dua tahun berturut-turut air bah dan tanah longsor atau Galodo menimpa. Disamping itu atas ramainya jama’ah Shalat ldul Fitri di lapangan Cinduo Mato itu bupati tersebut menyatakan, warga Luhak Nan Tuo mayoritas hari ini melaksanakan Shalat Idul Fitri.
Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anton Yondra, S.E., M.M., mengatakan, menyambut baik perantau yang pulang dan Shalat Idul Fitri bersama di lapangan Cinduo Mato. Sehubungan dengan itu diserukannya agar berlebaran dengan cara sederhana. (Datuok/Red.Jm)
