Batusangkar, Jurnal Minang. Komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam membangun layanan kesehatan kampus yang profesional, aman, dan berstandar nasional memasuki babak penting.
Klinik UIN Mahmud Yunus Batusangkar secara resmi memulai pelaksanaan Survei Akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Seluruh Indonesia (LASKESI), Selasa (10/2/2026), yang dibuka langsung oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Survei Akreditasi ini dilaksanakan pada 10 dan 14 Februari 2026 oleh dua surveyor nasional LASKESI, yakni dr. Yunier Salim, MARS dan dr. Ns. Elvi Rosanti, S.Kes.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa akreditasi klinik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara komprehensif, menjamin keselamatan pasien, serta memperkuat kepercayaan sivitas akademika dan masyarakat terhadap layanan kesehatan kampus.
“Akreditasi ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi bagian dari komitmen institusi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, terstandar, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Klinik UIN harus menjadi ruang pelayanan yang aman, humanis, dan dapat dipercaya,” ujar Rektor.
Rektor juga menambahkan bahwa akreditasi klinik menjadi prasyarat penting dalam pemenuhan regulasi pemerintah, termasuk sebagai dasar penguatan kerja sama layanan kesehatan dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, Klinik UIN Mahmud Yunus Batusangkar diharapkan mampu berperan lebih luas dalam mendukung kesejahteraan sivitas akademika dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, dr. Aries Sumantri, M.H., menyampaikan apresiasi atas langkah progresif UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan melalui akreditasi.
Menurutnya, proses akreditasi merupakan instrumen penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar nasional, dikelola secara efektif, serta menjunjung tinggi prinsip keselamatan pasien.
“Kami mengapresiasi komitmen UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Klinik yang terakreditasi akan memberikan jaminan mutu pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan,” ujar dr. Aries.
Dari pihak asesor, Surveyor LASKESI, dr. Yunier Salim, MARS. dalam sambutan dan arahannya menegaskan bahwa survei akreditasi bertujuan untuk melakukan pembinaan sekaligus penilaian menyeluruh terhadap sistem pelayanan klinik.
“Akreditasi adalah proses peningkatan mutu berkelanjutan. Fokus utama kami adalah keselamatan pasien, kualitas layanan, tata kelola klinik, serta kepatuhan terhadap standar fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas dr. Yunier.
Ia juga mengapresiasi kesiapan Klinik UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya mutu dan perbaikan layanan secara berkesinambungan.
Survei akreditasi ini menilai berbagai aspek, mulai dari tata kelola organisasi, standar pelayanan medis dan nonmedis, keselamatan pasien, hingga efektivitas manajemen dan sumber daya manusia. Selama ini, Klinik UIN Mahmud Yunus Batusangkar melayani berbagai jenis layanan kesehatan dasar bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat sekitar kampus.
Pelaksanaan survey ini dihadiri oleh Wakil Rektor II, Dr. H. Eficandra, S.Ag., M.Ag, Kepala Biro Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (UAPK) Dr. H. Yasrizal, MA, para Dekan dan Direktur serta seluruh jajaran pimpinan di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. (Doni/Red.Jm)
