Jejak Pengabdian Dari Bumi Andalas:
Menyapa Nagari Tabek Patah

Oleh: Tim Mahasiswa KKN Unand th 2025 di Nagari Tabek Patah, Kab.Tanah Datar

Dari bumi Andalas, dengan beragam perbedaan latar belakang sosial dan keilmuan, disatukan dalam satu langkah, tujuan, dan niat yang sama dalam menuju satu tujuan yang sama, yaitu kebermanfaatan yang berdampak. Di Nagari Tabek Patah, langkah-langkah kecil itu bermuara menjadi karya nyata menyatu dengan masyarakat, belajar dari kearifan lokal, dan menebar kontribusi melalui pendidikan, pemberdayaan, dan nilai-nilai sosial yang membumi.

Melalui setiap tawa anak-anak, dialog hangat dengan warga, hingga aksi kolektif membangun, kami percaya pengabdian bukan sekadar hadir, tapi meninggalkan jejak yang bermakna.
KKN Reguler II Universitas Andalas merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pada tahun 2025 ini, program KKN Reguler II dilaksanakan di berbagai daerah, salah satunya di Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan KKN ini berlangsung selama 42 hari, terhitung mulai 7 Juli hingga 18 Agustus 2025.

Masyarakat Nagari Tabek Patah dikenal sangat menjunjung tinggi nilai adat dan tradisi Minangkabau yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keagamaan. Hal ini tercermin dari kebiasaan warga yang aktif dalam kegiatan keagamaan seperti adanya BKMT (Badan Kontak Majelis Ta’lim) yang aktif dalam menyelenggarakan kegiatan wirid dan pengajian rutin setiap bulannya.

Selain itu, keramahan dan keterbukaan masyarakat dalam menerima mahasiswa KKN menjadikan proses pengabdian terasa begitu hangat dan bersahabat. Mahasiswa peserta KKN disambut dengan baik dan diberikan ruang untuk turut serta dalam berbagai aktivitas kemasyarakatan, sehingga tercipta kolaborasi yang positif antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya membangun nagari secara bersama-sama.

Baca Juga :  Nofri Edison Pimpin Rapat Pembentukan Pengurus TK Dharma Bunda dan PAUD Mawar

Selain kaya akan nilai keagamaan dan kearifan lokal, Nagari Tabek Patah juga dianugerahi keindahan alam yang memesona. Berbagai destinasi seperti Panorama Tabek Patah, Panorama Batu Dindiang, Talago Aie Pakih, dan Talago Aie Tagonang menjadi bukti kekayaan alam yang dimiliki nagari ini. Keindahan alam yang berpadu dengan udara sejuk khas dataran tinggi menjadikan Tabek Patah memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata unggulan, baik dalam bidang ekowisata maupun wisata budaya yang berbasis masyarakat.

Dalam aspek kebudayaan, Nagari Tabek Patah juga terus berupaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai tradisi melalui berbagai kegiatan, salah satunya melalui Festival Talago Kamba. Festival ini merupakan ajang tahunan yang menjadi wadah ekspresi seni dan budaya lokal, menampilkan pertunjukan seni tradisional, pawai budaya yang dibawakan suku-suku yang ada di Tabek Patah.

Tak hanya menjadi sarana hiburan, festival ini juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya dan sarana mempererat tali silaturahmi antar warga. Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi dan dukungan pemerintah nagari, Festival Talago Kamba kini menjadi salah satu ikon budaya yang memperkuat identitas Nagari Tabek Patah sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan tradisi luhur.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai adat dan agama di Nagari Tabek Patah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Keduanya saling melengkapi dan menjadi pedoman dalam setiap aktivitas masyarakat. Salah satu wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai tersebut terlihat dalam respons masyarakat terhadap musim kemarau berkepanjangan. Alih-alih panik, masyarakat secara kolektif menggelar shalat Istisqa secara rutin, sebagai bentuk permohonan kepada Sang Pencipta untuk diturunkannya hujan. Setelah itu, kegiatan ini biasanya diakhiri dengan makan bersama, sebagai simbol kebersamaan dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi ini mencerminkan kekuatan nilai religius sekaligus semangat gotong royong yang masih sangat kental di tengah masyarakat Nagari Tabek Patah.

Baca Juga :  Bupati Tanah Datar Buka Acara Penguatan Implementasi SAKIP Tahun 2024

Melihat keberagaman adat, kekayaan budaya, nilai-nilai keagamaan, serta potensi alam yang dimiliki Nagari Tabek Patah, menjadi landasan utama bagi mahasiswa KKN dalam menyusun dan melaksanakan program kerja. Ketertarikan untuk melakukan kegiatan pada nagari juga diselaraskan dengan kebutuhan dan kondisi kehidupan sehari-hari di Nagari Tabek Patah. Berdasarkan potensi tersebut, terdapat satu fokus utama kegiatan KKN yang diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan lokal sebagai upaya mendukung kemajuan nagari secara berkelanjutan. (*)