Beberapa Tokoh PRRI di Kecamatan Pariangan

Tanah Datar, Jurnalminang.com. Peristiwa PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang dideklarasikan pada tgl 15 Februari 1958 di Sumatera Barat memberikan gambaran bahwa orang Minang itu juga mau berjuang mengangkat senjata demi keadilan, kebebasan dan persamaan hak dalam hal bernegara. Berbagai buku sejarah sudah diterbitkan tantang peristiwa ini tetapi tentu ada yang luput dari pantauan sejarawan. Misalnya, sekelumit peristiwa PRRI di Kecamatan Pariangan, Kab. Tanah Datar beserta tokohnya.

Melalui wawancara dengan para pelaku sejarah ketika masih hidup serta informasi dari anak cucu mantan tentara PRRI tersebut diperoleh berbagai informasi tentang suka duka peristiwa PRRI tersebut. Namun tidak cukup di halaman ini dijelaskan secara rinci melainkan hanya sebatas pengenalan tokoh- tokoh PRRI yang pernah muncul dari Pariangan.

1. Ramli. Pendidikan terakhir di ST atau Sekolah Teknik. Direkrut menjadi tentara PRRI ketika tamat dari ST dan pernah mengikuti pelatihan militer di Padang dibawah bimbingan Letnan Kolonel Achmad Husein sebagai komandan PRRI. Beliau adalah putra Pariangan yang pernah menjadi komandan peleton tentara PRRI atau “tantara lua” di kec. Pariangan dan bermarkas di gunung Marapi. Beliau terlibat langsung pada peristiwa “parang basosoh” di Labuatan antara pasukan “tantara dalam” atau tentara pusat yang dikirim untuk membasmi PRRI ketika itu. Peristiwa pada hari itu menyebabkan banyak tentara pusat meninggal dunia karena terjebak dalam lembah yang sempit. Sedangkan tentara PRRI berdiri di atas bukit yang sangat strategis. Akibat banyaknya korban itu, tentara pusat dari batalyon 441 membakar nagari Labuatan.

2. Khairuddin. Beliau adalah seorang pelajar yang direkrut menjadi tentara PRRI ketika masih bersekolah di Parabek, Bukittinggi. Pernah mengikuti pelatihan tentara di Padang dan aktif sebagai tentara PRRI sampai akhir perjuangan PRRI pada tahun 1962. Semasa hidup beliau sering berbagi pengalaman dan informasi bagaimana perjuangan PRRI tersebut ketika bergerilya di hutan gunung Marapi. Beliau hafal taktik dan strategi militer mulai dari menembak, bertahan, menyerang, bergerilya serta teknik penyamaran.

Baca Juga :  Owner Emersia Group Adakan Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Karyawan dan Relasi

3. Barmawi. Beliau adalah mantan tentara PRRI yang cukup terkenal semasa mudanya. Pernah bersekolah di Parabek, Bukittinggi. Beliau Memiliki keterampilan ilmu silat yang mumpuni serta perawakan yang kokoh sehingga pernah menjadi ajudan dan pengawal Letkol Achmad Husein setiap berkunjung ke daerah Tanah Datar. Setelah PRRI usai, beliau aktif di pemerintahan desa dan banyak memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk masyarakat Pariangan.

4. M.Nasir. Beliau adalah seorang mantan tentara PRRI yang bertugas sebagai “Polisi Militer” nya ketika itu. Jika ada tentara yang bermasalah dan tidak patuh beliau akan menindak nya. Beliau sangat disegani karena memiliki ilmu beladiri yang mumpuni serta ilmu militer yang cukup baik. Setelah PRRI selesai beliau juga pernah aktif dalam pemerintahan desa dan pernah menjabat sebagai Kepala Desa Pariangan pada tahun 1980 an.

Disamping tokoh-tokoh tersebut ada lagi beberapa orang mantan tentara PRRI dari Pariangan namun peranan mereka adalah sebagai tentara biasa atau eksekutor saja. Tidak terlalu terkenal sepak terjang mereka ketika itu meskipun memiliki senjata dan pernah bertempur. Untuk menelusuri jejak perjuangan tokoh PRRI ini sudah sepatutnya Pemda Tanah Datar serta instansi terkait melakukan kajian yang lebih detail sehingga dapat dihimpun tokoh-tokoh Tanah Datar yang pernah eksis di masanya. Bak kata semboyan Boeng Karno, “Jas Merah; Jangan Sekali kali melupakan sejarah.” (ADM).