Tanah Datar, Jurnal Minang. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) wilayah Sumatera Barat kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Kabupaten Tanah Datar, Selasa (13/10/2026). Monev tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pemulihan di wilayah terdampak bencana daerah.
Sebelum melakukan peninjauan lapangan, tim Satgas PRR menggelar audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Abdurrahman Hadi di Aula Eksekutif Kantor Bupati Tanah Datar.
Dalam sambutannya, Sekda Abdurrahman Hadi menyampaikan selamat datang kepada Ketua Tim beserta rombongan. Ia menyebutkan, kunjungan tersebut merupakan kali kedua Satgas PRR melakukan monitoring dan evaluasi terhadap langkah-langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilaksanakan pemerintah daerah.
“Sekitar dua bulan lalu, Satgas PRR juga telah hadir di Tanah Datar untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ujarnya.
Sekda menjelaskan, pada kunjungan sebelumnya terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian Satgas PRR, khususnya terkait progres pelaksanaan kegiatan yang masih ditandai dengan status atau kategori kuning dalam daftar evaluasi.
Seluruh catatan tersebut, kata sekda, telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Selain itu, pada kunjungan terdahulu, Satgas PRR juga telah meninjau langsung lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan.
Pada kunjungan kali ini, monitoring dan evaluasi kembali dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk kegiatan yang telah ditindaklanjuti maupun yang sedang dilaksanakan pemerintah daerah melalui dukungan tambahan transfer keuangan dari pemerintah pusat.
Sekda berharap, melalui monitoring dan evaluasi tersebut, pemerintah daerah memperoleh masukan serta arahan untuk mempercepat penyelesaian berbagai program pemulihan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar.
“Kami berharap melalui kunjungan ini, Satgas PRR dapat memberikan arahan dan masukan terhadap pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang sedang berjalan, sehingga berbagai upaya pemulihan dapat terlaksana dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Wilayah Sumatera Barat Satgas PRR, Kolonel Inf. D. Angi Feksi, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkala, dengan kunjungan ke daerah terdampak bencana setiap dua minggu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, dari 13 kabupaten di Sumatera Barat terdampak yang menjadi sasaran pemantauan, tim Satgas PRR melakukan kunjungan secara bergiliran untuk memastikan perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di masing-masing daerah.
“Setiap dua minggu kami harus ke Padang. Dari 13 kabupaten terdampak sesuai perintah, kunjungan dilakukan secara bergiliran. Saat ini, sesuai jadwal, kami kembali melakukan monitoring dan evaluasi di Tanah Datar,” ungkapnya.
Usai melakukan audiensi, Tim Satgas mengunjungi beberapa titik lokasi yang sedang maupun yang sudah dikerjakan, diantaranya pengerjaan irigasi, pemberian bantuan benih ikan air tawar, revitalisasi sekolah, hingga pembangunan sabo dam di Nagari Sungai Jambu Kecamatan Pariangan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Syafrizal, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).
Sementara dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar hadir Kepala Pelaksana BPBD Sofian Ali Zumara, Kepala Dinas PUPR Mustika Suarman, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait. (Kasdi Ray)
