Surau Bukan Tempat Ibadah Saja

Tanah Datar, Jurnal Minang,
Dalam rangka kembali ka “Surau” satu hari, satu kali bersilaturahmi. Itu yang membuat terjalinnya hubungan emosional serta kedekatan dengan masyarakat. Begitu kata Kapolres Tanah Datar AKBP Dr.Nur Ichsan D.S.,S.H., S.I.K.,M.I.K.

Hal itu dicerminkan Kapolres tersebut dalam bukunya yang berjudul “Babaliak Ka Surau”. Buku yang diterbitkan Maghda Pustaka yang beralamat di Blok F No.5 Kec.Kuranji Padang itu cukup menyentuh hati. Walaupun buku itu hanya terdiri dari 123 halaman.

Surau menurut orang Jawa itu bukan sekedar tempat ibadah. Tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial. Bahkan Surau sekaligus sebagai tempat pendidikan dan pembinaan dari generasi ke generasi.
Karena itu lahirlah generasi yang tangguh dan masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai adat basondi syarak – syarak basondi kitabullah.

Sehubungan dengan itu munculah pemimpin yang berakhlak. Kendatipun demikian, perkembangan zaman perlahan membuat Surau semakin berkurang.
Kapolres dari seberang pulau Sumatera itu kini berupaya kembali menggelorakan kehidupan ber-Surau. Justru Surau menurut Nur Ichsan sebagai pusat melahirkan keimanan, ilmu dan rasa kebersamaan. Begitu pentingnya kehidupan “Ba-Surau”, karena itu jangan dibiarkan tradisi tersebut hilang begitu saja.

Dari kegiatan ini tampak Polisi di Tanah Data (Datar) Luhak Nan Tuo tidak hanya hadir menjaga keamanan di jalan atau menegakan hukum di lapangan saja. Tetapi juga mencontohkan keimanan, dan kebersamaan. Hal itu terlihat dengan dilakukannya ajakan kepada masyarakat untuk kembali meramaikan dan menyemarakan surau.

Bahwa disamping itu nilai gerakan program satu hari satu kali silaturahmi (setiap hari ada personil dari Polres yang melakukan kunjungan terencana kepada warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda/komunitas tertentu) bukan main strategisnya. Karena kunjungan itu tidak bersifat seremonial dan tujuannya jelas, praktis.

Baca Juga :  Muscab Pramuka Dibuka, Bupati Eka Putra Harap Pramuka Ikut Jambore Nasional

Karena intinya hanya membangun kepercayaan, menyerap informasi langsung dari lapangan. Disamping itu menyampaikan pesan kamtibmas dan dimana perlu segera menindaklanjuti masalah yang ditemukan. Begitu antara lain yang baru dapat diketahui dan diinformasikan Jurnal Minang. (Datuok/Red.Jm)