Padang Panjang, Jurnal Minang. Jajaran Pemerintah Kota Padang Panjang menunjukkan sikap professional tinggi dalam menangani bencana alam yang melanda Padang Panjang. Hal tersebut terlihat dari bagusnya koordinasi lintas OPD / instansi, cepat merespon kebutuhan di lapangan serta transparan dan akuntabel serta informatif dalam menangani segala aspek terkait penanganan bencana tersebut.
Dari tinjauan di lapangan dan kunjungan ke Posko Utama Tanggap Darurat (PUTD) di Koramil 01/PP pada Jum’at, 12 Desember 2025, awak media melihat dan menemui kondisi penanganan yang professional dan terkoordinasi dengan baik tanpa terkesan takut akan dimutasikan dan harus meminta arahan dari pejabat yang lebih tinggi terlebih dahulu, karena masing masing personil sudah tahu dengan tupoksi masing masing.
Terkait informasi publik, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBP Kota Padang Panjang, Nofi Yanti, S.TPN dengan lugas dan informatif langsung memberikan keterangan kepada awak media sehingga nantinya publik dapat mengetahui perkembangan terkini penanganan pasca bencana secara cepat.
Nofi Yanti menyampaikan bahwa selama Tanggap Darurat Bencana (TDB), PUTD banyak menerima bantuan dari organisasi pemerintah seperti dari Pegadaian, Telkom, PLN dan masyarakat sebagaimana dapat dibaca dalam laporan yang diupdate secara berkala dan dipasang di papan pengumuman PUTD.
Barang bantuan di terima di Posko, sebagian di drop ke Dinas Sosial dan ada juga ke Gudang BPBD serta ada yang disalurkan langsung ke pengungsi seperti pakaian layak pakai, mie instan, beras dll mengingat keterbatasan tempat di PUTD.
“Sejak hari Jum’at yang lewat (seminggu yang lalu: red), pengungsi kita sudah kita huntara kan. Ada yang di rusunawa sebagian 10 unit, ada juga yang 14 unit kita kontrakan rumah selama 3 bulan, tapi namun tetap kita suplai dengan sembako” ujar Nofi Yanti yang merupakan satu satunya Kalaksa BPBD perempuan di Sumatera Barat.
Disampaikan juga oleh Nofi Yanti bahwa Pemkot Padang Panjang juga menerima Dana Siap Pakai (DSP) dari Pemerintah Pusat sebanyak 50 juta rupiah dan langsung dipakai untuk menyewa alat berat dan langsung ditempatkan di Koto Katiak karena disana satu-satunya jalan kota yang terhambat aksesnya.
Terkait bantuan barang dan uang yang masuk juga ditangani secara transparan dan akuntabel dimana setiap barang / uang masuk dicatat dengan jelas, demikian juga setiap barang / uang keluar dicatat dengan jelas dan dapat diakses publik secara cepat sehingga meningkatkan kepercayaan publik kepada Pemkot Padang Panjang.
Diketahui pertanggal 11 Desember 2025 pukul 14.00 WIB tercatat sumbangan masyarakat sebesar Rp. 309.354.000.- dimana rinciannya dapat dilihat di papan pengumuman sehingga publik dapat mengetahui siapa saja dan berapa total donatur yang telah memberikan donasi.
Terlihat walaupun dalam suasana bencana, Pemko Padang Panjang tetap menjalankan prinsip Good Governance dan Clean Government.
Informasi terakhir bahwa per 13 Desember 2025, Pemkot Padang Panjang sudah menurunkan Status Tanggap Darurat (STD) menjadi Status Transisi Darurat Menuju Pemulihan selama 6 (enam) bulan kedepan. (M.Intania/Red.Jm)
