Batusangkar, Jurnal Minang. Hidup adalah ujian dari Allah SWT, manusia hanya diperintahkan untuk berusaha, hasilnya diserahkan kepada yang Maha Kuasa. Itulah yang dialami Ismed (51th) pedagang jagung rebus, kacang tojin, kembang loyang keliling berasal dari Padang Ganting Tanah Datar.
Akibat penyakit asam lambung kronis dan paru paru sudah 15 kali dirawat di RSUD Prof..Dr..M Ali Hanafiah Batusangkar, kemudian sejak 23 /8-2025 dirujuk ke RSU Ahmad Mukhtar Bukittinggi hingga kini sudah 9 hari dan terus bertambah mengikuti perawatan.
Berkat perawatan yang baik di RSU Ahmad Mukhtar Bukittinggi, kini Ismed sudah banyak mengalami perubahan. Biasanya makan pakai slang, kini sudah mampu makan pakai mulut.
Menurut Ismed yang mempunyai 1 orang putra dan 2 orang putri mengatakan, semangat hidupnya timbul dalam berusaha berjualan kue kue keliling seperti kacang tojin, kambang loyang, jagung dll. karena tanggung jawab sebagai suami menafkahi keluarga lantaran anak tertuanya Muhammad Fajri yang bekerja di satu Perusahaan di Kota Padang dan yang kedua cukup berprestasi yaitu Ramayana Putri kuliah di fakultas Hukum UNAND (S1), Kini memasuki semester 5.
Berkat ketekunannya, disertai doa kedua orang tuanya alhamdullah memperoleh IP 3,96. Ramayana Putri juga terpilih sebagai ketua organisasi ekstra kurikuler, kini dipercaya panitia penerimaan mahasiswa baru Unand.
Sebelum memasuki bangku kuliah dulunya ia menempuh pendidikan di SMAN 3 Batusangkar di Bukik Gombak dan SMPN 5 Batusangkar Bukitgombak. Kemudian putri keduanya Salsa Nabila Putri yang lahir:30-12-2010 kini sekolah di SMPN 1 Padang Gantiang kelas 8 dan meraih rengking 2. berkat prestasi itu dirinya termotivasi untuk bertahan hidup mencari nafkah.
Selain itu keberhasilannya dalam mendidik anak dan membina rumah tangga tidak terlepas dari kesabaran dan ketulusan istrinya Yanti (45th), serta bantuan para donatur serta kepala OPD yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Kini Ismed masih memerlukan biaya transportasi pengobatan dan keluarga.
Ketika masih kuat berjalan, meskipun dalam keadaan sakit Ismed terus berupaya menafkahi keluarga dengan berdagang, Namun semenjak ia dirawat di RSU Ahmad Mukhtar Bukittinggi memerlukan bantuan semua pihak untuk biaya pendidikan anak tercintanya.
Ismed mesti mengikuti perawatan di rumah sakit, meskipun demikian dirinya merasa bersyukur ke Pemda Tanah Datar seluruh biaya pengobatan gratis, semoga dirinya diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.
Dirinya mengucapkan terimakasih kepada para donatur, jika ada donatur berkenan membantunya dapat dikirimkan melalui rekening BRI istrinya Yanti dengan nomor 541901008621535. Semoga bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah serta dapat meringankan beban dirinya dalam menghadapi kehidupan, ujar Ismed. (Kasdi Ray/Red.Jm)
