Mengenal Surau Sahabat di Sikaladi: Gratis, Agamis dan Humanis

Pariangan, Jurnal Minang. Salah satu model pendidikan surau yang perlu dicontoh adalah pola dan sistem pendidikan nya yang sangat humanis. Memanusiakan manusia. Beragama, beradab, beradat dan memiliki rasa sosial yang tinggi antar sesama manusia. Tidak berorientasi bisnis.

Surau itu ada jorong Sikaladi, nagari Pariangan, kecamatan Pariangan, kab. Tanah Datar. Surau itu bernama Surau Sahabat. Dipimpin dan diasuh langsung oleh Pakiah Muhammad Iwan dan dibantu oleh guru guru alumni Timur Tengah. Kini sudah memiliki sekitar 50 orang santri.

Mottonya: Basandi syarak kitabullah
Mambimbiang anak kamanakan
Mambangun kampuang jo nagari. Sungguh luar biasa.

Di surau tersebut mengajarkan berbagai ilmu seperti:

  • alquran dan tafsir
  • hadits
  • bhs Arab
  • fiqih
  • silat / beladiri
  • keterampilan duniawi (memasak, spearfishing dll).

Kitab kitab yang dipelajari seperti Kitab tafsir “Ni’matul mannan”. Ada pula Kitab hadits “Fathul Baari” serta berbagai kitab lainnya.

Surau ini telah berdiri dan berjalan selama lebih kurang 6 thn. Meski masih cukup baru, tapi sudah mencetak para hafidz 30 juz dan mengirim pelajar ke Timur Tengah

Yang lebih menarik lagi, Santri di surau ini tidak dipungut biaya pendidikan alias gratis. Tempat tinggal dan konsumsi juga disediakan secara gratis.

Syarat syarat untuk menjadi santri di Surau Sahabat ini juga sederhana, yaitu:

  • mau tunduk diatas adat basandi syara- Kitabullaah
  • Datang dgn membawa identitas beserta izin orang tua (lisan / tulisan).

Bagi kaum muslimin yang berminat belajar di surau Sahabat ini, dapat langsung datang ke lokasi surau di pinggir jalan raya Batusangkar ke Padang Panjang. Tepatnya di jorong Sikaladi, Nagari Pariangan. (Red.Jm)

Baca Juga :  AHY Dan Sekjen Sampaikan Selamat HUT ke 20 Pada Kader Tanah Datar