Tanah Datar, Jurnal Minang. Konco Arek Sahati (KOARSA) Foundation adalah organisasi sosial nirlaba yang berpusat di Bukittinggi yang senantiasa konsisten menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan dan sosial di Kecamatan Batipuh Selatan pasca terjadinya bencana alam banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang yang melanda area seputaran danau Singkarak sejak minggu terakhir November 2025 lalu.
Kegiatan kemanusiaan dan sosial tersebut diwujudkan dalam bentuk membuka layanan Dapur Umum di beberapa lokasi seperti:
- Dapur Umum I di Ngalau Batu Taba, beroperasi dari tanggal 29 November hingga 22 Desember 2025 dengan menyiapkan 200 bungkus nasi beserta lauk dalam sehari.
- Dapur Umum II di Tanjung Mutiara, Batu Taba, beroperasi dari tanggal 3 s/d 13 Desember 2025 dengan menyiapkan 400 bungkus nasi beserta lauk untuk 2 kali makan.
- Dapur Umum III di Padang Laweh, Malalo, bekerjasama dengan Brimob Padang Panjang, beroperasi dari tanggal 3 s/d 22 Desember 2025 dengan menyiapkan nasi beserta lauk sebanyak 400 bungkus sehari. Kemudian dilanjutkan dari tanggal 23 s/d 31 Desember 2025 dengan menyiapkan 100 bungkus per hari.
- Dapur Umum IV di Bonjo, bekerjasama dengan PKK Batu Taba, beroperasi dari tanggal 11 s/d 19 Desember 2025 dengan menyiapkan 200 bungkus nasi beserta lauk untuk para pengungsi di Batu Taba.
- Dapur Umum V di dekat Mushalla Keramat, Tanjung Mutiara, Batu Taba yang beroperasi dari tanggal 23 s/d 31 Desember 2025 dengan menyiapkan 200 bungkus nasi beserta lauk dalam sehari.
Salah satu tokoh masyarakat Batu Taba, Basrizal Dt. Panghulu Basa yang aktif menjalin komunikasi dengan Yayasan KOARSA ini menyampaikan terima kasih mendalam atas kontribusi segenap donatur Koarsa Foundation dan juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi segenap tim Koarsa Foundation yang bekerja tanpa lelah menyalurkan titipan para donatur KOARSA Foundation.
Menurut Wakil Ketua KOARSA Foundation, Vera Primadewi, kegiatan kemanusiaan dan sosial berupa membuka layanan Dapur Umum oleh KOARSA Foundation ini adalah semata-mata untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Koarsa hanya menyalurkan titipan. Semua titipan disampaikan seluruhnya sesuai dengan niat donatur. Sedangkan biaya pendistribusian, kendaraan, konsumsi itu mandiri bagi anggota yang kelapangan” papar Vera Primadewi yang lebih suka disapa dengan panggilan Awie ini. (M.Intania/Red.JM)
