Batusangkar, Jurnal Minang. Kejadian cukup memilukan terjadi di lobby dan pelataran parkir Bank Nagari Batusangkar di Parak Juar manakala puluhan guru TPA dan penjaga masjid belum kunjung dapat kepastian untuk mengambil honor yang seharusnya mereka terima sekali setahun itu pada Rabu pagi hingga sore, 18 Maret 2026.
Terlihat sekitar 50an orang guru TPA dan penjaga masjid dari Sungayang dan Salimpaung dan Limakaum dan bahkan ada yang datang dari Lintau mengaku akan mengambil tunai honor tahunan mereka namun bank terlihat tutup pelayanan. Tidak ada petugas teller, yang ada hanya beberapa petugas keamanan.
Menurut petugas keamanan dan beberapa orang guru TPA menyampaikan bahwa pimpinan Bank Nagari masih dalam perjalanan dari Padang, maka mereka bersedia menunggu hingga waktu Ashar.
Terpantau sekitar jam 15.00 WIB, layanan bank dibuka untuk membayarkan honor para guru TPA dan penjaga masjid yang tertunda.
Menurut keterangan yang diberikan salah seorang pimpinan Baznas Tanah Datar, Benny Apero bahwa sumber pendanaan untuk pembayaran honor guru TPA dan penjaga masjid ini berasal dari Dinsos Pemkab Tanah Datar dan sebagian dari Baznas Tanah Datar.
Disampaikan bahwa keterlambatan pembayaran honor ini karena ada sebagian guru guru TPA dan penjaga masjid yang rekeningnya tidak aktif karena tidak ada transaksi selama 6 bulan berjalan dan namun terbaca tidak ada koordinasi dari pihak Kesra kepada para penerima honor sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan ini.
Diketahui di lapangan bahwa para guru TPA dan penjaga masjid tersebut adalah mereka yang belum mempunyai ATM sehingga tidak bisa mengambil honornya lewat ATM.
Diinformasikan juga dari salah seorang anggota DPRD bahwa kejadian yang sama juga terjadi di Bank Nagari Cabang Lintau dan mengharapkan kedepannya agar kejadian ini tidak terulang lagi.
Diduga bahwa kejadian ini terjadi karena Pemkab Tanah Datar telat menyetor ke Bank Nagari dan sehingga telat untuk diinput dan Bank terlanjur tutup pelayanan pada Rabu, 18 Maret 2026. Hal lain ditambahkan karena diduga minimnya koordinasi pejabat Kesra dengan para penerima honor sehingga timbul miskomunikasi di lapangan sehingga memaksa pihak bank untuk membuka layanan pada 18 Maret 2026 sore.
Akibat minimnya koordinasi dan menimbulkan masalah pelayanan di lapangan, seorang tokoh masyarakat memberikan pandangan bahwa dalam libur panjang ini seharusnya para Kadis dan pejabat daerah tetap standby, mudah dihubungi kapan saja sehingga layanan kepada masyarakat tidak berkurang. Hal ini juga berguna bila terjadi keadaan darurat, maka koordinasi dan sinergi mudah dijalin antar instansi sehingga cepat penanganannya. (M.Intania/Red.JM)
