SARILAMAK – Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar pelatihan intensif peningkatan kapasitas bagi bidan desa dan tenaga pelaksana gizi. Kegiatan ini difokuskan pada penguatan layanan Antenatal Care (ANC) Terpadu serta Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) guna menekan angka kematian ibu dan mempercepat penurunan prevalensi stunting di wilayah Lima Puluh Kota.
Komitmen Deteksi Dini di Puskesmas
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Yulia Masna, menegaskan bahwa bidan memiliki peran sentral dalam mengawal periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Melalui pelatihan ini, standar pelayanan ANC ditingkatkan untuk memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pemeriksaan yang komprehensif.
“Bidan harus memastikan kualitas layanan 10T terlaksana tanpa kecuali. Kita ingin setiap risiko kehamilan, baik itu anemia maupun kekurangan energi kronis, terdeteksi sejak kunjungan pertama. Tidak boleh ada ibu hamil di Lima Puluh Kota yang luput dari pantauan,” ujar Yulia Masna.
Integrasi MTBS dalam Penanganan Gizi Buruk
Selain fokus pada masa kehamilan, pelatihan ini juga membedah tata laksana Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Manajemen Terpadu Bayi Muda (MTBM). Hal ini krusial untuk menangani kasus gizi buruk dan gizi kurang yang sering kali berbarengan dengan penyakit penyerta seperti diare atau infeksi saluran pernapasan.
Poin Utama Pelatihan MTBS/MTBM:
Akurasi Pengukuran: Penggunaan alat antropometri yang standar untuk menentukan status gizi anak secara presisi.
Klasifikasi Penyakit: Ketajaman bidan dalam menentukan derajat sakit balita (hijau, kuning, atau merah) untuk langkah rujukan cepat.
Konseling Nutrisi: Edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan pemberian protein hewani sebagai kunci pencegahan stunting.
Target Capaian Layanan Kesehatan
Berdasarkan arahan terbaru, berikut adalah target yang ditekankan dalam pelatihan tersebut:
Kategori Standar Pelayanan Minimal
Kunjungan Ibu Hamil (K6) Minimal 6 kali pemeriksaan (2 kali oleh dokter dengan USG)
Pemberian TTD Minimal 90 tablet tambah darah selama masa kehamilan
Skrining Balita Pemantauan rutin berat badan dan tinggi badan setiap bulan di Posyandu/Puskesmas
“Tujuan akhir kita adalah menurunkan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Dengan kompetensi MTBS yang baik, balita yang sakit segera tertangani sehingga tidak jatuh ke kondisi gizi buruk,” tambah Yulia Masna.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan bidan dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Lima Puluh Kota dan diharapkan dapat langsung diimplementasikan dalam pelayanan harian kepada masyarakat. (Ismail)
