Pemkab Tanah Datar Adakan Pelatihan Digitalisasi untuk UMKM Terdampak Bencana

Malalo, Jurnal Minang. Bupati Tanah Datar yang diwakili staf ahli Bidang Ekobang Nofi Hendri,ST, MT membuka pelatihan Digitalisasi bagi UMKM di aula SMPN 2 Malalo Batipuh Selatan, Senin dan Selasa, 19 s/d 20 Oktober 2026 yang diikuti 148 peserta UMKM berasal dari 9 Nagari terdampak bencana Nopember 2025 lalu.

Sembilan Nagari terdampak tersebut adalah Guguak Malalo, Singgalang, Padang Laweh Malalo, Sumpu, Batu Taba, III Koto, Bungo Tanjung, Batipuh Ateh, Pariangan. Bencana yang terjadi di Tanah Datar tidak hanya meninggalkan dampak terhadap infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.

Banyak pelaku UMKM yang kehilangan tempat usaha mengalami kerusakan peralatan produksi terganggunya bahan baku dan akses pemasaran, bahkan harus memulai usahanya dari kondisi sangat terbatas. Pelatihan yang dilaksanakan merupakan salah satu bagian dari upaya, kita ingin produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang semakin baik, memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, kemasan yang lebih menarik, branding yang lebih kuat, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pemda Tanah Datar sudah banyak mendapatkan bantuan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pemulihan UMKM terdampak bencana diantaranya, program nagari untuk negeri dari bank Indonesia, program rehabilitasi UMKM dari kementerian program pulih mental kepada 100 UMKM, program pulih usaha, pemberdayaan, pelatihan, bantuan presiden rehabilitasi UMKM untuk Banpres Kabupaten Tanah Datar mendapatkan alokasi bantuan untuk 2.377 usaha mikro dan diusulkan sebanyak 2.787 usaha mikro.

Pendampingan tidak berhenti ketika pelatihan selesai, harus ada tindak lanjut, harus ada pendampingan lanjutan, harus ada akses pembiayaan dan harus ada akses pasar, karena ukuran keberhasilan bukan sekedar seberapa banyak peserta yang mengikuti pelatihan.

Baca Juga :  Bupati Bersama Ketua BAZNAS Tanah Datar Bantu Korban Kebakaran di Batipuh

Ukuran keberhasilan adalah berapa banyak UMKM yang produksinya lebih baik, berapa omzetnya meningkat, berapa banyak pasar pasar baru terbuka dan seberapa banyak keluarga yang ekonominya bangkit, ujar Nofi Hendri,ST,MT (Kasdi Ray/Red.Jm)